Patrichor, Aroma Khas Tanah Setelah Hujan

  • 17 Des 2025 22:44 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pernahkah Anda mencium aroma khas tanah basah setelah hujan turun? Aroma yang segar, menenangkan, dan sering memunculkan rasa damai itu dikenal dengan istilah petrichor. Kata petrichor berasal dari bahasa Yunani, yaitu petra yang berarti batu dan ichor yang berarti cairan yang mengalir dalam tubuh para dewa dalam mitologi Yunani.

Istilah petrichor ini diperkenalkan ilmuwan pada tahun 1960an untuk menggambarkan bau yang muncul saat air hujan menyentuh tanah kering. Petrichor bukanlah suatu zat tunggal melainkan campuran senyawa alami dari tanah, batuan, dan makhluk hidup mikro. Dikutip dari akun instagram @klimate4life, salah satu senyawa utama penyebab bau tersebut adalah geosmin, “zat ini dihasilkan oleh bakteri tanah seperti streptomyces, ‘ tulis akun yang banyak memberikan edukasi seputar cuaca dan iklim ini.

Manusia dan indera penciumannya sangat sensitif terhadap geosmin, hal inilah yang menjadi sebab aroma hujan pertama bisa langsung tercium meski hujan baru turun ringan. Ketika tetes hujan jatuh ke tanah kering yang berpori, terbentuk gelembung udara mikro. Gelembung ini pecah dan melepaskan partikel halus ke atmosfer. Partikel ini membawa geosmin dan senyawa aromatik lainke udara, sehingga aroma tanah basah menyebar dengan cepat.

Setelah hujan berlangsung lebih lama, tanah menajdi basah dan cadangan senyawa aromatik berkurang, akibatnya bau khas tidak lagi sekuat saat hujan pertama, hal inilah yang menjadi alasan mengapa aroma hujan awal sering terasa lebih tajam dan berkesan. Aroma hujan pertama bukan sekadar memberikan efek psikologis yang menenangkan melainkan hasil interaksi biologi, kimia dan fisia atsmosfer yang bekerja secara bersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....