Kenali Faktor Peningkat Risiko Gangguan Depresi

  • 05 Des 2025 08:33 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang paling banyak dialami masyarakat modern. Kondisi ini bukan sekadar rasa sedih biasa, melainkan gangguan yang memengaruhi perasaan, cara berpikir, hingga perilaku seseorang dalam jangka waktu panjang. Tanpa penanganan yang tepat, depresi dapat berdampak serius pada kualitas hidup, produktivitas, bahkan keselamatan diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi, di lansir dari laman alodokter.com :

• Mengalami peristiwa traumatis atau tekanan batin, misalnya karena kekerasan fisik atau pelecehan, kematian orang terdekat, atau kesulitan ekonomi

• Mempunyai keluarga dekat yang juga mengalami depresi atau gangguan bipolar

• Memiliki kepribadian tertentu, misalnya mempunyai self-esteem yang rendah, sering menyalahkan diri sendiri, atau terlalu bergantung pada orang lain

• Mempunyai pola pikir yang salah, misalnya toxic positivity

• Mengalami perubahan besar dalam hidup, misalnya karena pensiun sehingga terjadi post power syndrome

• Memiliki penyakit kronis atau serius, misalnya setelah menderita kanker, stroke, atau HIV/AIDS maupun kesulitan mengenali wajah (prosopagnosia)

• Mempunyai standar yang terlalu tinggi terhadap kehidupan dan tidak bisa menerima kegagalan, seperti pada duck syndrome

• Mengalami ketergantungan alkohol dan narkoba, misalnya saat mencoba untuk melarikan diri dari masalah

• Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat tidur atau obat untuk hipertensi

• Memiliki riwayat gangguan mental, misalnya gangguan kecemasan atau gangguan makan

• Memiliki pola makan yang buruk, misalnya akibat pola diet yang tidak sesuai dan kekurangan vitamin dan mineral

Depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Pada wanita, depresi sering dikaitkan dengan perubahan hormon, misalnya saat menstruasi, kehamilan, setelah melahirkan, atau masa menopause.

Memahami faktor risiko ini menjadi langkah penting untuk mengenali gejala sejak dini dan mencari bantuan profesional. Depresi bukan tanda kelemahan, melainkan kondisi medis yang membutuhkan perhatian dan penanganan tepat. Dengan kesadaran, dukungan sosial, serta akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai, depresi dapat ditangani lebih efektif sehingga penderitanya dapat kembali menjalani hidup dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....