Lagu 'Pecel Madiun' Viral, Lambertus Suwiryo Belum Terima Royalti

  • 30 Nov 2025 05:07 WIB
  •  Madiun

Nasi Pecel Madiun

Peninggalan warisan leluhur

Ciri khasnya dibungkus daun

Pecel Madiun Termasyur

KBRN, Madiun: Lagu “Pecel Madiun” sudah tidak asing di telinga masyarakat. Melodi riang dengan lirik yang mengangkat kuliner khas Madiun ini kerap diputar di berbagai tempat strategis—mulai dari stasiun, acara resmi pemerintah daerah, hingga di sekolah-sekolah. Namun, di balik popularitasnya yang melekat dengan identitas kota ini, ada kisah getir dari sang pencipta lagu, Lambertus Suwiryo.

Dalam podcast Pinarak yang disiarkan RRI Madiun, Lambertus mengungkapkan bahwa dirinya hingga kini belum pernah menerima royalti atas lagu ciptaannya itu.

“Ketika ‘Pecel Madiun’ saya dengar diputar di stasiun Madiun, dari pemkot sekalipun, dipopulerkan di sekolah-sekolah, dinyanyikan setiap 17 Agustus di Alun-alun, saya tidak pernah dimintai izin atau mendapat royalti sampai hari ini,” tuturnya Rabu (12/10/2025).

Lambertus bukan menyoal nominal besar. Ia hanya berharap ada penghargaan atas karya yang telah mengangkat nama daerah.

“Bukan nominal yang besar, tapi setidaknya hargai karena itu sebuah karya, pemikiran yang tidak mudah bagi saya. Lagu ini juga membuat banyak orang bersukacita, harusnya juga kembali kepada saya walau hanya secuil harapan,” ucapnya.

Sebagai seorang seniman, Lambertus mengaku berkarya bukan semata untuk materi, melainkan karena kecintaan terhadap seni dan budaya. Namun, di balik itu, ia juga menghadapi keterbatasan alat untuk berproses kreatif.

“Sebagai insan seni sebenarnya keinginan saya tidak berlebihan. Saya suka berkesenian, membuat sesuatu yang indah, dan saya lebih suka lagi kalau orang lain menikmati keindahannya. Tetapi terus terang, saya juga butuh alat untuk berkarya—keyboard saya rusak, laptop saya sudah mulai tua. Saya membutuhkan support dana,” ujarnya.

Kisah Lambertus menjadi potret nyata tantangan yang dihadapi banyak seniman daerah: karya mereka diapresiasi publik, namun perlindungan hak cipta masih belum sepenuhnya ditegakkan. Dalam konteks ini, “Pecel Madiun” bukan hanya lagu, tetapi juga cermin bahwa apresiasi terhadap karya seni seharusnya tidak berhenti pada rasa bangga, melainkan juga pada penghargaan yang layak bagi penulisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....