Mengenal Kondisi Psikologi Anomi Dehumanisasi
- 30 Sep 2025 20:57 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Mencuatnya kasus kriminal mutilasi di Mojokerto Jawa Timur kini menjadi perhatian masyarakat luas, aksi keji yang dilakukan yang tega memutilasi korban menjadi ratusan bagian, dalam kasus ini secara teori pelaku mengalami anomi sehingga melakukan dehumanisasi di luar nalar. Istilah anomi pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Émile Durkheim dalam bukunya "Suicide" (1897). Dalam konteks psikologis dan sosiologis, anomi merujuk pada kondisi ketiadaan atau peluruhan norma sosial, sehingga individu kehilangan arah, tujuan, dan pedoman hidup.
Gejala psikologis anomi ditandai dengan perasaan keterasingan dan ketidakbermaknaan hidup, depresi dan kecemasan kronis, kehilangan identitas diri, ketidakmampuan membedakan benar dan salah secara moral, hilangnya kepercayaan terhadap institusi sosial (keluarga, agama, negara).
Dalam dinamika sosial yang kompleks dan cepat berubah, individu sering kali mengalami tekanan psikologis yang mendalam. Dua fenomena yang semakin sering muncul dalam diskusi psikologi sosial dan sosiologi adalah anomi dan dehumanisasi. Keduanya berkaitan erat dengan keterasingan individu dari nilai-nilai sosial maupun identitas kemanusiaan, dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental serta relasi antarindividu.
Dehumanisasi adalah proses psikologis di mana individu atau kelompok tidak lagi dianggap sebagai manusia seutuhnya, tetapi lebih seperti objek atau makhluk rendahan. Ini sering kali terjadi dalam konflik, penindasan, atau sistem yang meniadakan empati. Dehumanisasi ditandai dengan penurunan empati terhadap orang lain, perlakuan kejam yang dianggap wajar, justifikasi kekerasan atau diskriminasi, hingga hilangnya rasa bersalah setelah melakukan tindakan yang tidak manusiawi.
Yudi Hartono, S,ST., S.Kep. Ners seorang perawat jiwa Kemenkes RI, yang juga narasumber acara Pengarus Utamaan Gender Pro 1 Madiun menuturkan ketika norma-norma sosial tidak lagi jelas (anomi), maka individu lebih mudah mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan (dehumanisasi). Sebaliknya, dehumanisasi yang merajalela bisa menyebabkan individu merasa tidak dihargai, terasing, dan pada akhirnya mengalami anomi. "Dampak jangka panjangnya meningkatnya depresi dan kecemasan, hingga konflik sosial, bilamana sudah parah, ya memang harus ada terapi dan intervensi, " tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....