Hustle Culture: Ketika Sibuk Jadi Identitas
- 25 Sep 2025 14:35 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : “Lagi sibuk nih.” Kalimat sederhana itu kini jadi simbol status. Di era digital, sibuk seakan identik dengan sukses. Fenomena ini dikenal sebagai hustle culture yaitu budaya yang menjadikan kerja tanpa henti sebagai kebanggaan.
Media sosial ikut memperkuat tren ini. Unggahan soal lembur atau grind mode sering dianggap inspiratif, padahal sering meromantisasi kurang tidur dan kerja berlebihan. Akibatnya, banyak orang merasa bersalah jika tidak produktif setiap saat.
Namun, dampaknya nyata. WHO mencatat burnout sebagai masalah serius, seperti kelelahan ekstrem, motivasi menurun, hingga hubungan personal terganggu. Sibuk yang dipuja justru bisa merusak kesehatan fisik dan mental.
Meski begitu, hustle culture tak sepenuhnya buruk. Semangat kerja keras tetap penting, asalkan diimbangi. Kini, tren slow living dan quiet quitting muncul sebagai perlawanan, menegaskan bahwa produktivitas tidak selalu berarti sibuk tanpa jeda.
Mungkin sudah waktunya berhenti menjadikan sibuk sebagai identitas dan mulai memberi ruang bagi hidup di luar kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....