Foodie Gen Z: Antara Konten, Tren, dan Kenyang

  • 25 Sep 2025 14:24 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Bagi Gen Z, makanan sudah bukan sekedar urusan mengisi perut. Ada makna lebih luas yang lahir dari setiap porsi kopi susu kekinian, sepiring ramen instan ala Korea, atau bahkan sepotong croffle yang sempat viral di TikTok. Mereka adalah generasi yang memandang makanan sebagai bagian dari identitas, gaya hidup, sekaligus konten yang bisa dibagikan ke dunia maya.

Di tangan Gen Z, makan bukan hanya soal rasa. Kamera ponsel wajib siaga sebelum sendok menyentuh piring. Foto dan video estetik, entah itu slow motion keju mozzarella yang meleleh atau latte art berbentuk hati menjadi bumbu tambahan yang tak kalah penting.

Bagi mereka, pengalaman kuliner akan lebih lengkap jika bisa dibagikan di Instagram Story, feed, atau TikTok. Tak heran, banyak restoran kini menata interiornya dengan lampu kekinian, spot foto estetik, hingga packaging yang instagramable demi memanjakan generasi foodie ini.

Gen Z punya radar tajam terhadap tren makanan. Dari dalgona coffee di masa pandemi, minuman boba, sampai tren all-you-can-eat, semua pernah jadi bagian dari gaya hidup mereka. Algoritma media sosial mempercepat penyebaran tren ini: satu video viral saja bisa bikin sebuah makanan langsung antrean panjang di mana-mana.

Menurut survei Google Food Trends Report (2023), Gen Z cenderung mencari pengalaman kuliner baru yang unik, bukan sekedar menu tradisional.

Menariknya, bagi Gen Z, kenyang seringkali hanya jadi efek samping. Hal utama justru ada pada pengalaman, baik pengalaman rasa, pengalaman sosial, maupun pengalaman digital. Nongkrong di cafe estetik, coba menu baru yang lagi hype, atau sekadar bikin konten unboxing makanan jadi aktivitas yang membentuk cerita dan kenangan.

Makanan bukan lagi sekadar konsumsi fisik, melainkan juga konsumsi sosial dan digital. Inilah yang membedakan Gen Z dengan generasi sebelumnya: mereka makan untuk merasakan, membagikan, dan merayakan.

Namun, tak bisa dipungkiri, tren foodie Gen Z juga ikut mendorong inovasi di dunia kuliner. UMKM makanan kreatif bermunculan, chef muda berani berkreasi, dan restoran besar ikut adaptif mengikuti selera generasi ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....