Makanan dan Memori: Ketika Rasa Membawa Pulang Kenangan
- 15 Sep 2025 15:14 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Pernahkah kamu mencicipi sepiring makanan, lalu tiba-tiba teringat masa kecilmu? Aroma sate di pinggir jalan yang membuatmu kembali ke suasana liburan lebaran, atau gigitan roti bakar sederhana yang mendadak menghadirkan memori masa sekolah. Fenomena ini bukan suatu kebetulan, ternyata ada hubungan erat antara makanan, rasa, dan ingatan manusia.
Dalam dunia neurosains, indra penciuman dan perasa memiliki jalur khusus yang langsung terhubung ke sistem limbik di otak, yakni pusat emosi dan memori. Itulah mengapa makanan sering kali mampu membangkitkan kenangan yang sangat detail, bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Chemical Senses Journal (2014) menjelaskan bahwa aroma dan rasa dapat memicu “autobiographical memory” atau memori pribadi yang bersifat emosional. Tak heran jika sepiring sup buatan ibu bisa membawa kita “pulang” ke rumah, meski kita sudah jauh merantau.
Makanan tidak hanya mengisi perut, tapi juga sarat makna. Setiap budaya punya hidangan yang mengikat memori kolektif: ketupat saat IdulFitri, opor ayam di meja keluarga, atau kue nastar yang hanya muncul setahun sekali. Bagi sebagian orang, rasa makanan bukan sekadar soal cita rasa, melainkan juga nostalgia, kehangatan, bahkan identitas.
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Kuaci |
Tak sedikit orang yang sengaja mencari kembali makanan tertentu demi merasakan “pulangan kenangan”. Restoran dengan menu lawas, resep nenek yang diwariskan turun-temurun, hingga tren kuliner jadul yang kembali digemari, semuanya berangkat dari kerinduan pada memori yang melekat lewat rasa.
Jadi, jangan heran jika secangkir teh hangat atau sepiring gorengan sederhana bisa mendadak membuatmu tersenyum, mungkin ada kenangan yang ikut tersaji di dalamnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....