Gula Aren dan Gula Jawa, Bedanya Apa Sih?
- 15 Sep 2025 13:50 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Gula menjadi bahan pemanis yang hampir selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, dua jenis gula tradisional yang populer adalah gula aren dan gula jawa. Meski sekilas tampak mirip, keduanya sebenarnya berbeda dari segi bahan baku, rasa, hingga manfaat kesehatannya.
Asal dan bahan baku gula aren adalah dari nira pohon aren (Arenga pinnata). Nira diambil dari tandan bunga aren yang disadap, kemudian direbus hingga mengental dan dicetak menjadi bentuk silinder atau batok. Sedangkan gula jawa biasanya dibuat dari nira pohon kelapa. Proses pembuatannya hampir sama, yaitu dengan menyadap nira kelapa, lalu dimasak sampai pekat dan dicetak.
Jadi, perbedaan utama keduanya terletak pada asal pohonnya: aren vs kelapa.
Warna dan rasa gula aren lebih gelap, cenderung cokelat tua hingga hampir hitam. Rasanya legit, sedikit karamel, dengan aroma khas yang kuat. Sedangkan gula jawa warnanya cokelat muda hingga kemerahan. Rasanya manis lembut, tidak sekuat gula aren, dan aromanya lebih ringan.
Kandungan Gizi dan Manfaat
Baik gula aren maupun gula jawa sama-sama termasuk pemanis alami yang mengandung mineral. Namun ada beberapa perbedaan:
- Gula Aren : Mengandung kalium, magnesium, fosfor, dan sedikit vitamin B. Indeks glikemiknya lebih rendah dibandingkan gula putih, sehingga kenaikan gula darah lebih lambat. Cocok sebagai pengganti gula pasir untuk penderita prediabetes atau yang ingin menjaga kadar gula darah (meski tetap harus dibatasi).
- Gula Jawa : Kaya akan kalium dan zat besi. Membantu menambah energi secara cepat karena kandungan karbohidrat sederhana. Sering dipakai dalam jamu tradisional karena dipercaya memberi efek hangat bagi tubuh.
Gula aren sendiri populer digunakan dalam minuman modern maupun tradisional seperti kopi susu gula aren, es kopi kekinian, cendol, kolak, hingga kue basah. Sedangkan gula jawa lebih sering digunakan untuk masakan seperti gudeg, sayur asem, sambal, rawon, serta berbagai jajanan pasar seperti klepon, serabi, atau wingko.

Mana yang Lebih Baik?
Keduanya sama-sama bisa menjadi alternatif pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula pasir olahan. Namun, gula aren biasanya dianggap sedikit lebih unggul karena:
- Indeks glikemik lebih rendah.
- Rasa dan aromanya lebih kuat, sehingga pemakaiannya bisa lebih sedikit.
Tetapi, gula jawa lebih ekonomis dan mudah ditemukan di pasar tradisional, sehingga banyak digunakan untuk masakan sehari-hari.
Baik gula aren maupun gula jawa memiliki ciri khas masing-masing. Gula aren unggul dari segi aroma dan relatif lebih ramah untuk kadar gula darah, sementara gula jawa lebih ringan dan banyak dipakai dalam masakan nusantara. Keduanya bisa menjadi pilihan sehat, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....