Kunyit: Rempah Emas Pelindung Pencernaan Alami

  • 25 Agt 2025 19:37 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Kunyit (Curcuma longa) dikenal luas di dapur Nusantara sebagai bumbu masakan sekaligus pewarna alami. Warnanya yang kuning keemasan memberi ciri khas pada gulai, kari, dan jamu tradisional. Namun, di balik keharumannya, kunyit menyimpan rahasia kesehatan yang luar biasa, khususnya dalam melawan mikroba berbahaya dan cacing yang mengganggu sistem pencernaan.

Kandungan aktif utama kunyit adalah curcumin, senyawa polifenol dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, serta antimikroba. Curcumin bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sekaligus memperkuat sistem imun tubuh. Selain itu, kunyit juga mengandung minyak atsiri yang berperan sebagai antiparasit alami.

Menurut Di Mario dkk dalam Digestive and Liver Disease, ekstrak kunyit memiliki aktivitas antibakteri yang membantu mengurangi populasi bakteri berbahaya di saluran pencernaan.

Kunyit bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk:

  • Jamu kunyit asam yang populer di Jawa, diminum rutin untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  • Serbuk kunyit yang diseduh dengan air hangat sebagai minuman herbal.
  • Ekstrak kapsul kunyit yang kini banyak tersedia untuk penggunaan praktis.

Meski alami, konsumsi kunyit tetap harus bijak. Mengonsumsi dalam jumlah wajar aman, namun dosis berlebih bisa mengganggu lambung atau interaksi dengan obat tertentu.

Menariknya, penggunaan kunyit sebagai pencegah penyakit pencernaan bukan hal baru. Di berbagai daerah di Indonesia, kunyit sudah lama dipakai sebagai ramuan untuk mengatasi perut kembung, diare, hingga cacingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....