Polo Pendem Ditengah Gempuran Jajan Modern
- 05 Agt 2025 12:52 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Hidangan alami (real food) umbi-umbian seperti singkong, talas, uwi dan sebagainya saat ini menjadi tren. Hidangan ini disebut juga sebagai polo pendem yang berasal dari bahasa Jawa. Polo berarti hasil bumi sementara pendem berarti terpendam.
Di Kota Madiun, seorang pedagang polo pendem, Eka, mencatat peningkatan pembeli, terutama dari kalangan anak muda yang ingin mencoba hidup sehat. Hal ini karena polo pendem diolah hanya dengan cara dikukus tanpa menggunakan bahan tambahan maupun bumbu penyedap. Selain lebih sehat, makanan ini juga kaya rasa dan nostalgia.
“Karena kan unik begitu ya maksud saya dan dilihat juga belum ada kebetulan kan, dan kebanyakan sekarang konsumsinya itu goreng gorengan, berbeda dengan ini makanan sehat tidak ada minyak yang dapat mengurangi kolesterol. Saya coba jualan makin ke sini semakin banyak peminatnya seperti anak muda dan orang tua, dan omsetnya lumayan menarik," kata Eka, Selasa (5/8/2025).
Setiap hari, dagangan disiapkan dalam kondisi segar dan tidak pernah dijual ulang keesokan harinya. Komitmen ini dijaga demi kualitas rasa yang tetap terjaga
“Biasanya kalau tidak habis dagangan saya berikan secara cuma-cuma pada orang, soalnya ubi-ubian tidak bisa dihangatkan lagi karena nanti rasanya juga sudah beda. Jadi setiap hari dagangan saya selalu fresh. Dan gak pernah dagangan kemarin saya jual lagi” Tambahnya
Meski tampil sederhana, kehadiran polo pendem tak sekedar soal rasa. Ia menjadikan menjadikan pengingat bahwa makanan tradisional bisa tetap bertahan asal dikelola dengan cerdas, dijaga kualitasnya dan dikenalkan dengan cara yang relevan. (RS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....