Fenomena TTM, Ciri Hubungan Dekat Tanpa Kejelasan Status

  • 30 Jul 2025 14:28 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Fenomena Teman Tapi Mesra atau yang sering disingkat TTM semakin banyak ditemukan di dalam pergaulan. Hubungan ini ditandai dengan keintiman emosional dan kebersamaan yang mirip dengan pasangan kekasih, namun tanpa ikatan status yang jelas.

Hubungan TTM kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat, karena kedua pihak tampak sangat dekat, saling perhatian, bahkan cemburu satu sama lain, namun tidak mendefinisikan diri sebagai pasangan. Dra. Fransisca Mudjijanti, M.M, seorang dosen prodi Bimbingan Konseling Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun mengatakan fenomena ini berakar dari ketidakjelasan komitmen antara dua individu. “Fenomena teman tapi mesra berakar pada status yang tidak jelas dari sebuah hubungan. Keduanya saling nyaman, tetapi tidak ingin terikat. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan emosi di kemudian hari,” ujar Fransisca saat menjadi narasumber dialog Pengarus Utamaan Gender (PUG) Pro 1 Madiun, Kamis (10/7).

Hubungan TTM memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakan dari jenis hubungan lainnya, Ketidak jelasan status menjadi ciri yang paling mencolok dari TTM adalah ketidak jelasan status hubungan, kedua pihak bertingakh seperti pasangan namun tidak ada komitmen resmi yang mengikat. Hubungan TTM cenderung lebih fleksibel dibandingkan hubungan romantis formal, tidak ada tuntutan atau kewajiban yang ketat seperti dalam pacaran atau pernikahan. Meski tidak terikat secara resmi, hubungan TTM seringkali melibatkan kedekatan emosional yang cukup dalam, kedua pihak mungkin saling berbagi perasaan dan pengalaman pribadi. Batas antara pertemanan dan hubungan romantis dalam TTM seringkali tidak jelas, hubungan TTM umumnya tidak melibatkan rencana atau harapan jangka panjang seperti pernikahan atau membangun keluarga bersama.

Fenomena TTM sendiri banyak ditemukan di lingkungan kampus, tempat kerja, hingga komunitas pertemanan. Media sosial pun ikut memperkuat keberadaan hubungan semu ini, karena ekspresi kedekatan keduanya sering kali dibagikan secara terbuka tanpa ada penjelasan status yang jelas. Dengan kesadaran memahami karakteristik sifat khas TTM, pihak pihak yang terkait dapat lebih baik dalam mengelola ekspektasi dan menghindari kesalah-pahaman yang mungkin timbul.

Fransisca mengimbau agar generasi muda lebih terbuka dalam membicarakan status dan tujuan hubungan. “Keterbukaan komunikasi sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Apapun bentuk hubungan yang dijalani, kejelasan tetap dibutuhkan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....