Dua Versi Diri: Real Life VS Online Persona

  • 24 Jul 2025 09:04 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pernah merasa seperti jadi orang yang berbeda di dunia nyata dan dunia maya? Banyak dari kita, terutama Gen Z menjalani kehidupan dengan dua versi diri: satu yang hidup di kehidupan sehari-hari, dan satu lagi yang tampil di media sosial.

Di dunia nyata, kita mungkin lebih pendiam, kikuk, atau tidak suka jadi pusat perhatian. Tapi di Instagram, TikTok, atau X, kita bisa tampil percaya diri, cerewet, bahkan terkesan berani. Lalu, apakah ini artinya kita tidak jujur pada diri sendiri?

Yang sebenarnya terjadi bukan berarti kita berpura-pura, tapi kita memilih versi mana yang ingin ditampilkan, tergantung pada konteksnya. Di dunia digital, kita punya lebih banyak kontrol. Kita bisa memilih sudut terbaik, caption yang catchy, filter yang estetik, bahkan menghapus bagian-bagian yang dianggap nggak pantas dilihat orang.

Bagi banyak anak muda, media sosial adalah panggung. Di sana, kita bisa menjadi siapa saja. Kadang lebih percaya diri, lebih ekspresif, bahkan lebih berhasil daripada kenyataannya. Kita membuat persona yang bisa menghibur, menginspirasi, atau sekadar terlihat keren.

Tapi, ini juga bisa menciptakan tekanan. Karena semakin kuat persona online dibangun, semakin besar jarak antara dunia nyata dan citra digital kita. Memiliki dua versi diri bukan hal yang buruk. Namun, bisa menjadi beban ketika:

  • Merasa harus selalu tampil baik atau sempurna demi ekspektasi online.
  • Kehilangan rasa nyaman jadi diri sendiri di luar dunia maya.
  • Takut dicap berbeda atau gak sesuai kenyataan jika orang melihat sisi asli kita.

Menurut sebuah studi dari Royal Society for Public Health (UK), media sosial bisa berdampak pada kecemasan dan citra diri, terutama di kalangan remaja. Perasaan FOMO (fear of missing out) atau tekanan untuk tampil sempurna sering kali menimbulkan kelelahan emosional.

Memiliki dua versi diri, real life dan online adalah hal yang wajar di era digital. Yang terpenting adalah tetap sadar bahwa kita lebih dari sekedar feed Instagram atau postingan viral. Dunia maya hanyalah sebagian kecil dari diri kita, bukan keseluruhannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....