Gen Z: Digital Native dalam Tekanan Era Online

  • 24 Jul 2025 09:07 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Generasi Z (Gen Z) sering disebut sebagai digital native, generasi yang lahir dan tumbuh bersama internet, media sosial, dan gawai di tangan. Teknologi bukan lagi sesuatu yang asing bagi mereka, tapi sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan dan konektivitas yang ditawarkan dunia digital, ada tekanan besar yang sering tak terlihat: ekspektasi online yang terus meningkat, kebutuhan validasi sosial, hingga kelelahan mental karena selalu terhubung.

Gen Z memulai hari dengan membuka ponsel adalah hal biasa. Notifikasi dari Instagram, grup WhatsApp, tugas dari Google Classroom, hingga konten FYP TikTok datang bersamaan. Hidup nyaris tak pernah offline.

Menurut survei dari Deloitte (2023), lebih dari 53% Gen Z merasa cemas jika tidak memeriksa ponsel mereka selama satu jam. Ketergantungan ini bukan hanya soal komunikasi, tapi juga rasa aman dan keterhubungan dengan dunia.

Media sosial memberi ruang untuk mengekspresikan diri mulai dari outfit, opini, karya, hingga curahan hati. Tapi bersamaan dengan itu, muncul ekspektasi untuk tampil sempurna. Algoritma mendorong konten yang menarik perhatian, dan perlahan, banyak orang mulai menyesuaikan diri agar like, komentar, atau views tetap tinggi.

Fear of Missing Out (FOMO) jadi fenomena nyata. Saat teman-teman terlihat lebih sukses, lebih aktif, atau lebih bahagia secara online, muncul perasaan tertinggal. Padahal yang ditampilkan biasanya hanya potongan terbaik dari kehidupan mereka.

Di sisi lain, terus-terusan online bisa menyebabkan kelelahan mental. Istilah digital burnout makin sering muncul, lelah karena terlalu sering terpapar informasi, konten, dan interaksi digital tanpa jeda.

Hidup sebagai Gen Z di era online berarti jadi bagian dari generasi paling terkoneksi dalam sejarah. Tapi bersamaan dengan itu, ada tekanan besar yang tak bisa diabaikan. Menjadi digital native bukan hanya tentang kemampuan berteknologi, tapi juga tentang bijak menavigasi dunia digital yang terus berubah. Karena terkadang, log out sejenak bisa jadi langkah terbaik untuk kembali terkoneksi dengan diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....