Overthinking Bisa Diatur, Bukan Dihindari

  • 24 Jul 2025 08:48 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pernah merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat? Bisa jadi Anda sedang mengalami overthinking. Pikiran terasa sibuk memikirkan berbagai hal, mengulang percakapan lama, atau mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi. Kondisi ini umum dialami banyak orang. Namun overthinking bukanlah sesuatu yang sepenuhnya harus dihindari melainkan dapat diatur.

Menurut seorang psikolog dari Yale University, overthinking atau ruminasi merupakan kecenderungan otak untuk menganalisis situasi secara berlebihan. Dalam batas tertentu, ini bisa berguna untuk refleksi diri. Namun jika berlarut-larut, overthinking justru dapat mengganggu keseharian dan memicu kecemasan.

Perlu diketahui bahwa kita tidak bisa sepenuhnya menghilangkan overthinking, sebab otak memang dirancang untuk terus memproses informasi. Yang bisa dilakukan adalah mengelola proses berpikir tersebut agar tetap sehat dan tidak mendominasi hidup.

Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:

• Menulis jurnal

Menuangkan pikiran ke dalam tulisan dapat membantu mengurangi beban mental.

• Menyediakan waktu khusus untuk berpikir.

Misalnya, luangkan 10 menit dalam sehari untuk memikirkan hal-hal yang sedang mengganggu pikiran. Setelah itu, kembali fokus pada aktivitas lainnya.

• Mengalihkan perhatian melalui aktivitas fisik.

Jalan santai, olahraga ringan, atau teknik pernapasan dapat membantu meredakan pikiran yang berputar.

• Menerima ketidakpastian.

Tidak semua hal harus segera ditemukan jawabannya. Sikap menerima terkadang membawa ketenangan lebih besar.

Mengatur overthinking bukan berarti menekan emosi, melainkan memberi ruang bagi pikiran untuk bekerja dengan lebih terarah. Berpikir secara mendalam adalah bagian alami dari kehidupan, jangan sampai terjebak di dalamnya tanpa solusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....