HAN Ngawi 2025: Jaga Stunting dan Kekerasan Digital

  • 24 Jul 2025 11:06 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama berbagai elemen masyarakat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, Rabu (23/7/2025), dengan menggelar berbagai kegiatan serentak di seluruh kecamatan dan satuan pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMP. Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjamin kesejahteraan anak.

Badan Pusat Statistik (BPS) Ngawi mencatat, peringatan HAN setiap 23 Juli menjadi pengingat penting bahwa anak bukan sekadar objek kebijakan, melainkan subjek pembangunan yang menentukan masa depan bangsa. Tahun ini, peringatan HAN difokuskan pada lima isu strategis melalui subtema berkelanjutan:

Generasi Emas Bebas Stunting: Investasi Gizi Sejak Dini. Pendidikan Inklusif untuk Semua: Tak Ada Anak Tertinggal. Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045: Hentikan Kekerasan Sekarang. Stop Perkawinan Anak: Wujudkan Impian Anak Indonesia. Anak Cerdas Digital: Aman dan Positif di Dunia Maya

Beragam kegiatan edukatif dan partisipatif mewarnai peringatan HAN di Ngawi. Mulai dari senam bersama Anak Indonesia Hebat, lomba mewarnai dan membaca puisi, hingga pertunjukan budaya lokal seperti tari Orek-Orek dan permainan tradisional. Di beberapa desa, juga digelar dialog antara anak-anak Forum Anak Kecamatan dan para pejabat daerah untuk menyuarakan aspirasi langsung dari generasi muda.

Salah satu perhatian besar Pemkab Ngawi adalah perlindungan anak di ruang digital. Dalam unggahan resmi media sosialnya, Pemkab menyerukan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak. “Mari wujudkan ruang digital yang aman dan ramah anak untuk menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka perlu didampingi agar tumbuh jadi generasi yang cerdas digital, tahu etika, bijak bermedia, dan mampu lindungi diri di dunia maya,” akun FB@pemkabngawi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program literasi digital di sekolah dan forum anak, termasuk pelatihan aman bermedia sosial serta pemahaman etika digital dasar bagi siswa SD dan SMP.

BPS Ngawi juga menekankan pentingnya pemanfaatan data anak sebagai dasar dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi muda. “Data tentang anak harus menjadi dasar perencanaan pembangunan. Kita tidak bisa bicara tentang Indonesia Emas kalau hak dasar anak hari ini masih terabaikan,” demikian unggahan resmi BPS Ngawi.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, peringatan HAN 2025 di Ngawi menjadi langkah nyata untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, terlindungi, dan melek digital.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....