Cara dan Penangan Hit the Wall Saat Lari
- 29 Jun 2025 22:03 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Kondisi pelari yang mengalami kelelahan hebat seringkali dialami, dalam dunia marathon kondisi kelelahan hebat ini dikenal dengan istilah hit the wall. Fenomena ini umumnya terjadi pada titik tertentu, biasanya setelah menempuh jarak 30–35 kilometer dalam maraton, ketika tubuh mulai kehabisan simpanan energi utama berupa glikogen.
Kondisi hit the wall ditandai dengan otot tiba-tiba terasa sangat berat,rasa ingin menyerah, bahkan menangis. Kehilangan koordinasi motoric sampai membuat pikiran tidak fokus, kabur, atau disorientasi. Detak jantung melambat atau naik tak terkendali, langkah melambat drastis hingga nyaris berhenti.
Dave Martin, PhD, Emeritus Regent's Professor of Health Sciences at Georgia State University: "Hitting The Wall is basically about running out of energy" mengungkapkan berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hit the wall, diantaranya memenuhi nutrisi yang cukup sebelum dan saat berlari, karbohidrat komplek sebelum melakukan aktifitas lari, mengkonsumsi pisang atau minuman elektrolit setiap 30 hinga 45 menit saat berlari.
Long run, latihan mingguan yang membiasakan tubuh berlari dalam durasi lama akan meningkatkan kemampuan metabolism energy. Latihan dengan mengkombinasikan lari dengan sesi berpuasa (run on empty stomach) secara terkontrol untuk melatih tubuh membakar lemak sebagai energi. Latih ketahanan mental lewat visualisasi, afirmasi positif, dan pengalaman bertahap menghadapi rasa lelah.
Saat tubuh mengalami hit the wall sebaiknya jangan panic, ambil napas dalam dan tenangkan diri. Mengurangi kecepatan, berjalan perlahan lebih baik daripada berhenti mendadak, dengan tetap bergerak meskipun lambat, tetap berjalan untuk mencegah otot menjadi kaku.Konsumsi energi yang cepat diserap tubuh, minuman atau makanan manis, atau minum air dengan elektrolit
Fenomena hit the wall adalah pengalaman nyata dan umum dialami pelari jarak jauh, namun bisa diminimalkan dengan persiapan nutrisi, latihan yang tepat, dan strategi mental yang matang, memahami tubuh sendiri adalah kunci agar tetap kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....