Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda? Ini Penjelasan Psikologinya

  • 18 Jun 2025 08:03 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Pernah nggak, kita sudah niat buka laptop buat ngerjain tugas atau kerjaan, tapi malah keasyikan scroll Instagram? Tadinya cuma lima menit, eh tahu-tahu sudah sejam lewat. Atau mungkin kita sering bilang, “Nanti aja deh mulainya,” padahal deadline tinggal besok. Kalau iya, berarti kita nggak sendirian.

Menunda-nunda atau dalam istilah psikologinya disebut procrastination adalah kebiasaan yang banyak dari kita alami.

Banyak yang mengira kalau suka menunda itu artinya kita malas. Padahal, menurut para ahli, menunda itu bukan soal kemalasan, tapi lebih ke cara otak kita menghindari rasa nggak nyaman.

Seorang psikolog dari Carleton University mengatakan bahwa kadang kita menunda bukan karena nggak punya waktu, tapi karena sedang merasa cemas, takut gagal, atau bahkan ragu sama diri sendiri.

Otak kita memilih “lari dulu” ke hal yang lebih menyenangkan, seperti nonton video lucu atau ngemil.

Secara alami, otak manusia lebih suka hal-hal yang bikin nyaman secara cepat. Ini yang disebut sebagai present bias yaitu kecenderungan untuk memilih kesenangan jangka pendek daripada manfaat jangka panjang.

Jadi walaupun kita tahu tugas itu penting, otak tetap tergoda buat “istirahat dulu sebentar” yang sering berakhir lama.

Masalahnya, makin kita tunda, makin berat rasanya. Kita jadi kepikiran terus, makin tertekan, dan akhirnya mengerjakan sesuatu dalam kondisi buru-buru.

Hasilnya kadang nggak maksimal. Tapi lebih parahnya, siklus ini bisa berulang terus kalau kita nggak sadar dan mulai mengendalikannya.

Kebiasaan menunda ini bisa kita atasi sedikit demi sedikit. Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba yaitu:

• Mulai dari yang kecil. Misalnya, cukup buka dokumen dan tulis satu kalimat.

• Gunakan teknik Pomodoro: Kerja 25 menit, istirahat 5 menit.

• Bikin to-do list realistis: Jangan terlalu banyak target, cukup satu-dua yang bisa diselesaikan hari itu.

• Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kalau gagal hari ini, bukan berarti gagal selamanya.

Menunda-nunda adalah perilaku manusiawi, dan ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Yang penting, kita sadar kapan harus mengambil kendali. Kadang kita memang butuh waktu untuk istirahat, tapi jangan sampai jeda kecil berubah jadi pelarian terus-menerus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....