Mengenal Bruxism: Bahaya Tersembunyi dari Kebiasaan Menggertakkan Gigi

  • 25 Mei 2025 19:41 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Di tengah kesibukan hidup modern yang penuh tekanan, banyak orang mengalami gangguan kesehatan yang tak selalu disadari. Salah satunya adalah bruxism, yaitu kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar, baik saat sedang terjaga maupun tidur. Meskipun tampak sepele, bruxism bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan tanpa penanganan.

Bruxism adalah kondisi medis yang ditandai dengan aktivitas otot rahang berlebihan yang menyebabkan seseorang menggertakkan, mengatupkan, atau menggesekkan gigi. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis yaitu sleep bruxism yang terjadi ketika tidur dan sering tidak disadari oleh penderitanya dan awake bruxism yang terjadi ketika terjaga, biasanya sebagai respon terhadap stress atau kecemasan.

Menurut American Dental Association (ADA), sekitar 10-15% orang dewasa mengalami bruxism, dan prevalensinya bisa lebih tinggi pada anak-anak atau remaja.

Jika tidak segera ditangani, bruxism dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang berdampak jangka panjang. Salah satu dampak yang paling umum adalah kerusakan permanen pada gigi, seperti gigi patah, terkikis, atau kehilangan lapisan email pelindung gigi. Selain itu, penderita juga bisa mengalami gangguan pada sendi rahang atau dikenal dengan temporomandibular joint disorder (TMJ), yang menyebabkan nyeri, kesulitan membuka mulut, dan bunyi "klik" saat mengunyah. Sensitivitas gigi juga cenderung meningkat, terutama terhadap makanan panas atau dingin, akibat lapisan gigi yang menipis.

Tak hanya itu, bruxism yang terjadi terus-menerus di malam hari dapat menyebabkan masalah tidur kronis, seperti tidur tidak nyenyak atau terbangun karena rasa nyeri. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada penurunan kualitas hidup, karena penderita mengalami kelelahan terus-menerus, rasa tidak nyaman di rahang, dan gangguan emosional akibat stres berkepanjangan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala bruxism sejak dini agar penanganan bisa segera dilakukan sebelum kerusakan lebih lanjut terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....