Mengapa Kudanil Berkeringat Merah? Fakta Unik Dunia Satwa

  • 25 Mei 2025 19:27 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Kudanil (Hippopotamus amphibius) sering dianggap sebagai hewan yang lucu karena bentuk tubuhnya yang besar dan kebiasaannya berendam di air. Tapi tahukah kamu bahwa kudanil punya “keringat” berwarna merah yang sering disalahartikan sebagai darah? Ternyata ada penjelasan ilmiah yang sangat menarik di baliknya.

Saat cuaca panas dan kudanil beraktivitas di bawah sinar matahari, tubuhnya akan mengeluarkan cairan kental berwarna merah muda hingga oranye kemerahan. Banyak yang mengira itu adalah darah, padahal sebenarnya cairan itu terdiri dari dua pigmen utama yaitu asam hiposudorat dan asam norhiposudorat. Kedua zat ini diproduksi oleh kelenjar di bawah kulit kudanil dan keluar bersama cairan tubuh lainnya. Warna merah muncul karena pigmen tersebut teroksidasi setelah terkena udara.

Dikutip dari National Library of Medicine, dalam beberapa menit setelah berkeringat, keringat kuda nil yang tidak berwarna dan kental secara bertahap berubah menjadi merah, lalu cokelat saat pigmen berpolimerisasi. Pigmen merah dan jingga yang tidak stabil ternyata merupakan senyawa aromatik non-benzenoid yang secara tak terduga bersifat asam dan memiliki aktivitas antibiotik serta tabir surya.

Kudanil sering berjemur dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari Afrika yang sangat terik. Namun kulitnya yang tebal dan sensitif sangat rentan terhadap kerusakan sinar UV. Cairan merah ini berfungsi seperti sunscreen alami yang melindungi kulit kudanil dari kerusakan.

Selain sebagai pelindung dari sinar UV, cairan ini juga memiliki fungsi antibakteri. Ini sangat penting mengingat kudanil sering berendam di air yang keruh atau berlumpur, tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang. Dengan adanya zat ini, kulit kudanil lebih tahan terhadap infeksi meskipun memiliki luka kecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....