Fu Cart: Bisnis Minuman Kekinian dengan Gerobak Unik

  • 14 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tren minuman kekinian terus berkembang dan menjadi salah satu peluang usaha yang banyak dilirik anak muda. Melihat peluang tersebut, Hizkia Adjie Manahisa menghadirkan Fu Cart, usaha minuman botolan yang menggabungkan konsep produk kekinian dengan gerobak unik berbentuk menyerupai botol.

Fu Cart menawarkan enam pilihan minuman dengan ukuran 250 mililiter. Harganya relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per botol, tergantung varian yang dipilih.

Beberapa menu yang ditawarkan antara lain teh tarik karamel, milky matcha, milky choco, roasted milk tea, kopi susu, dan honey lemon.

Menurut Adjie, awalnya Fu Cart hanya menawarkan tiga varian, yakni teh tarik karamel, milky matcha dan milky choco. Penambahan menu dilakukan sebagai bentuk inovasi agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan.

Salah satu produk andalan Fu Cart adalah teh tarik karamel. Produk tersebut sebelumnya juga menjadi menu yang cukup diminati di kedai Misua Fu milik Adjie.

Keistimewaan teh tarik tersebut terletak pada penggunaan karamel yang dibuat sendiri. Proses pembuatan karamel menjadi salah satu bagian yang membedakan rasa teh tarik Fu Cart dengan produk sejenis.

“Kita pakai karamel dari kita, buat sendiri. Proses pemasakannya yang membuat teh tariknya berbeda. Bukan teh tarik biasa, tapi teh tarik karamel,” jelasnya.

Selain minuman berbasis susu dan teh, Fu Cart juga menyediakan honey lemon bagi konsumen yang menginginkan minuman lebih. Varian tersebut menggunakan madu dan perasan lemon tanpa tambahan gula seperti pada minuman manis pada umumnya.

Adjie mengatakan, hadirnya menu tersebut juga menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat yang kini semakin memperhatikan pilihan minuman setelah berolahraga.

“Honey Lemonade ini cocok sekali untuk olahraga-olahraga, atau untuk refreshment,” ujarnya.

Dalam proses pengembangan produk, Adjie tidak langsung mendapatkan rasa yang sesuai. Beberapa varian harus melalui proses eksperimen dan penyesuaian takaran.

Untuk kopi susu, misalnya, Adjie menggunakan kopi arabika dan melakukan sejumlah pengujian agar mendapatkan rasa yang seimbang, creamy, tetapi karakter kopinya tetap terasa.

“Kita uji beberapa kali untuk takarannya supaya lebih pas, lebih creamy dan juga terasa kopinya,” ungkapnya.

Hal serupa dilakukan untuk roasted milk tea. Adjie mengaku perlu melakukan eksperimen agar mendapatkan karakter rasa yang berbeda dan sesuai dengan konsep Fu Cart.

Dari seluruh menu yang tersedia, teh tarik karamel, roasted milk tea dan kopi susu menjadi sejumlah varian yang direkomendasikan Adjie. Namun, untuk penjualan, teh tarik karamel menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati.

Dalam tahap awal operasional, Fu Cart mampu memproduksi rata-rata sekitar 100 botol per hari. Sementara penjualannya berada di kisaran 30-an botol setiap hari.

Adjie menyebut seluruh produk diproduksi sendiri. Sebagian persiapan dilakukan sejak malam, sementara produksi juga dilanjutkan pada pagi hari sebelum minuman dibawa ke lokasi penjualan.

Untuk menjaga kualitas, minuman dapat disimpan hingga sekitar tujuh hari apabila berada dalam kondisi dingin atau di dalam lemari pendingin. Sementara jika berada pada suhu ruang, produk hanya mampu bertahan sekitar satu hari.

Dengan harga terjangkau dan konsep gerobak yang berbeda, Fu Cart menyasar konsumen muda sekaligus masyarakat umum yang ingin menikmati minuman kekinian dengan harga terjangkau.

Adjie berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada enam varian yang ada saat ini. Ia masih menyiapkan kemungkinan menambah satu atau dua varian baru setelah proses pengembangan dan uji rasa selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....