Gerobak Berbentuk Botol, Strategi Kreatif Anak Muda Madiun Jual Minuman Kekinian

  • 14 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kreativitas dan keberanian mencoba hal baru menjadi modal penting bagi anak muda untuk mengembangkan usaha. Hal itu ditunjukkan Hizkia Adjie Manahisa, pelaku usaha muda asal Madiun yang menghadirkan Fu Cart, usaha minuman kekinian dengan konsep gerobak unik berbentuk menyerupai botol.

Konsep tersebut diperkenalkan Adjie dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Madiun, ruang ngobrol inspiratif yang menghadirkan cerita anak muda dengan ide, kreativitas, dan semangat untuk terus berkarya.

Berbeda dengan gerobak minuman pada umumnya yang cenderung berbentuk kotak, Fu Cart menggunakan gerobak berbahan besi dengan desain menyerupai botol minuman. Warna merah dipilih untuk menyesuaikan identitas merek sekaligus memberikan kesan mencolok agar mudah dikenali konsumen.

Adjie mengatakan, lahirnya Fu Cart tidak terlepas dari usaha minuman yang sebelumnya sudah dijalankannya melalui kedai Misua Fu. Salah satu produk yang mendapat respons cukup baik dari pelanggan adalah teh tarik karamel.

“Kita buat Fu Cart itu karena pertamanya juga ada di kedai. Di sana minuman kita, teh tarik karamel namanya, signature kita, cukup ramai dan laris,” ujar Adjie.

Melihat adanya pasar untuk produk minuman tersebut, Adjie kemudian mencoba menghadirkan konsep baru agar minuman tidak hanya bisa dinikmati konsumen di kedai. Ia memilih konsep mobile atau berjualan secara keliling melalui gerobak yang memiliki desain berbeda.

“Oleh karena itu kita buat suatu hal yang baru, yaitu Fu Cart, atau suatu hal yang berbeda dari yang lain, untuk memaksimalkan peminat yang ada di kedai Misua,” katanya.

Ide desain gerobak tersebut terinspirasi dari berbagai minuman botolan yang ditemuinya di media sosial. Namun, Adjie menilai konsep yang sudah ada masih bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih menarik.

“Kita sering banyak seliweran juga di media sosial mengenai minuman yang kayak gini atau botolan. Cuma belum ada yang membuatnya berbeda” jelasnya.

Dari situlah muncul gagasan membuat gerobak yang bentuknya menyerupai botol sekaligus membawa konsep minuman botolan tersebut ke ruang publik.

Gerobak Fu Cart sendiri dibuat di Madiun. Menurut Adjie, proses pembuatannya menggunakan material besi dan desainnya dibuat berdasarkan konsep yang telah ia pikirkan sebelumnya.

Untuk sementara, Fu Cart beroperasi di kawasan Taman Praja, Madiun, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Lokasi tersebut dipilih sebagai titik awal setelah mempertimbangkan lokasi yang mudah dijangkau.

Adjie menyebut, pihaknya sebelumnya juga mempertimbangkan kawasan Gulun dan Bunderan. Namun, faktor perizinan dan kesesuaian lokasi membuat Taman Praja menjadi pilihan awal.

“di tempat sekolah sana masih belum ada tempat yang cocok dan belum bisa untuk izin dan segala macamnya. Dan mungkin kalau yang di bunderan lebih mudah untuk izinnya. Jadi, kita ambil yang di bunderan terlebih dahulu untuk opening-nya,” ujarnya.

Meski baru diluncurkan, Adjie berharap konsep Fu Cart dapat berkembang dan nantinya menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Madiun. Dengan konsep mobile, ia ingin produknya lebih dekat dengan konsumen.

Keunikan Fu Cart tidak hanya terletak pada bentuk gerobaknya, tetapi juga pada produk yang ditawarkan. Konsumen dapat menemukan beragam minuman mulai dari teh tarik karamel, milky matcha, milky choco, roasted milk tea, kopi susu hingga honey lemon.

Melalui konsep tersebut, Adjie ingin membuktikan bahwa ide sederhana dapat menjadi peluang bisnis apabila berani diwujudkan.

Bagi Adjie, kreativitas bukan hanya tentang membuat sesuatu yang berbeda, tetapi juga bagaimana sebuah inovasi mampu menjawab kebutuhan pasar dan memberikan pengalaman baru bagi konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....