My Sweet Loaf Buktikan Modal Nol Bisa Menjadi Bisnis Bakery yang Berkembang
- 28 Jul 2026 11:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Hobi yang ditekuni dengan konsisten mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal itulah yang dibuktikan oleh Khoirunnida Husni Fajaria atau yang akrab disapa Dida, owner bakery My Sweet Loaf di Kota Madiun.
Berawal dari resep banana bread yang dibuat untuk sang anak di rumah, kini usahanya berkembang menjadi bisnis kuliner yang memiliki beragam varian produk dan pelanggan dari berbagai daerah. Perempuan asal Yogyakarta yang menetap di Madiun sejak 2018 itu mengaku tidak pernah merencanakan menjadi pebisnis.
Setelah menikah pada 2019 dan memutuskan resign dari pekerjaannya pada 2020, Dida memilih fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun, keinginannya untuk tetap produktif mendorongnya mencari aktivitas yang dapat menghasilkan tanpa harus meninggalkan keluarga.
Pilihan itu jatuh pada banana bread. Resep tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak anak pertamanya memasuki masa MPASI. Ia sengaja meracik banana bread dengan bahan-bahan premium dan kadar gula yang lebih rendah agar sesuai dengan kebutuhan keluarganya.
Setelah bertahun-tahun menyempurnakan resep, Dida akhirnya memberanikan diri menjual produknya pada Oktober 2025. Yang menarik, usaha My Sweet Loaf benar-benar dimulai tanpa modal besar. Seluruh peralatan produksi yang digunakan berasal dari hadiah pernikahan, sementara bahan baku pertama diambil dari persediaan dapur rumah.
"Modal awal sebenarnya nol. mixer, oven, semuanya hadiah pernikahan. Bahkan bahan pertama juga dari dapur rumah. Jadi benar-benar memulai dari apa yang sudah ada," kata Dida saat ngobrol di Muda Kreatif Pro 2 belum lama ini.
Dengan oven kecil yang hanya mampu memanggang tiga loyang dalam satu kali proses, Dida mulai menerima pesanan secara bertahap. Ia tidak langsung mengejar keuntungan besar, melainkan fokus memastikan setiap produk memiliki kualitas terbaik.
Kepercayaan dirinya muncul karena resep yang digunakan sudah lama diuji di lingkungan keluarga. Menurutnya, penggunaan bahan premium dan konsistensi menjadi kunci utama menghasilkan produk yang disukai pelanggan.
"Saya pakai bahan premium dan resep ini sudah lama saya buat. Jadi yang saya fokuskan cuma satu, yaitu konsisten menjaga kualitas," tambahnya.
Pada awal peluncurannya, My Sweet Loaf hanya menawarkan dua varian rasa, yakni original kismis dan cokelat almond. Namun, seiring meningkatnya permintaan, berbagai varian baru bermunculan.
Menariknya, sebagian besar inovasi produk justru berasal dari masukan para pelanggan yang menginginkan pilihan rasa yang lebih beragam. Kini, My Sweet Loaf tidak hanya dikenal dengan banana bread premium, tetapi juga menghadirkan berbagai menu bakery dan dessert lainnya.
Meski demikian, Dida tetap mempertahankan filosofi awal usahanya, yaitu menghadirkan produk berkualitas yang dibuat dengan penuh perhatian layaknya untuk keluarga sendiri. Perjalanan My Sweet Loaf membuktikan bahwa modal terbesar dalam membangun usaha bukanlah uang, melainkan keberanian untuk memulai.
Berbekal resep sederhana, peralatan hadiah pernikahan, serta tekad untuk terus belajar, Dida berhasil mengubah dapur rumah menjadi tempat lahirnya bisnis yang kini menginspirasi banyak anak muda untuk berani memulai langkah mereka sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....