Berawal dari Coding, Tren Photobox dan Photobooth Jadi Bisnis Menjanjikan

  • 14 Jul 2026 18:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Industri ekonomi kreatif terus melahirkan peluang usaha baru, salah satunya di bidang fotografi. Jika dulu masyarakat harus datang ke studio foto untuk mengabadikan momen spesial, kini pengalaman berfoto semakin praktis berkat hadirnya photobox yang serba otomatis. Peluang inilah yang ditangkap dua anak muda Madiun, Kevin dan Zakwan, melalui usaha 10to10 Photobox dan Sumbu Pendek Photobooth.

Menariknya, keduanya justru tidak memiliki latar belakang sebagai fotografer profesional. Kevin mengaku lebih menyukai dunia editing, sedangkan Zakwan merupakan seorang programmer yang terbiasa mengembangkan perangkat lunak. Perpaduan dua kemampuan tersebut akhirnya melahirkan sebuah bisnis fotografi yang mengandalkan teknologi dan otomatisasi.

Ide bisnis ini muncul ketika mereka melihat perkembangan self photo studio di kota-kota besar yang mulai merambah Madiun. Namun, menurut mereka, masih ada beberapa kendala yang dirasakan pelanggan, seperti proses yang masih dibantu operator sehingga waktu berfoto terasa terbatas dan kurang leluasa.

"Kami ingin membuat pengalaman berfoto yang lebih bebas. Pengunjung bisa mengoperasikan semuanya sendiri, mulai dari pembayaran, memilih frame, mengambil foto, hingga hasil cetaknya keluar otomatis tanpa harus menunggu operator," ujar Zakwan.

Melalui konsep tersebut, pelanggan diberi waktu sekitar delapan menit untuk berfoto. Selama waktu masih tersedia, mereka bebas melakukan retake hingga mendapatkan hasil terbaik. Setiap sesi menghasilkan dua strip foto berisi enam pose pilihan.

Tak berhenti pada layanan photobox permanen, Kevin dan Zakwan juga menghadirkan Sumbu Pendek Photobooth yang dapat dibawa ke berbagai acara seperti wisuda, konser sekolah, gathering perusahaan, hingga pesta ulang tahun. Frame foto dapat disesuaikan dengan tema acara sehingga hasil dokumentasi menjadi lebih personal.

Mereka mengakui membangun usaha ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Biaya terbesar justru bukan berada pada kamera, melainkan printer khusus photobox, komputer, serta perangkat box yang dirancang agar mampu bekerja secara otomatis.

Meski demikian, keduanya menilai investasi tersebut relatif aman karena seluruh perangkat tetap memiliki nilai ekonomi dan bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis lainnya apabila diperlukan.

Tak hanya fokus pada bisnis yang berjalan saat ini, Kevin dan Zakwan juga telah menyiapkan inovasi berikutnya. Salah satunya adalah mengembangkan layanan digital berupa Twibbon Video, sebuah konsep yang memungkinkan pengguna membuat video dengan template layaknya twibbon foto.

Bagi mereka, bisnis kreatif tidak cukup hanya mengikuti tren. Pelaku usaha harus terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang selalu berubah.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kevin dan Zakwan membuktikan bahwa peluang usaha tidak selalu lahir dari latar belakang yang sama. Perpaduan kemampuan coding, kreativitas, dan keberanian membaca kebutuhan pasar justru menjadi modal utama membangun bisnis yang relevan dengan gaya hidup masa kini. Sebab di era digital, bukan hanya kamera yang menentukan hasil terbaik, tetapi juga inovasi yang mampu menciptakan pengalaman baru bagi setiap pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....