Viral di TikTok, Nahanoms Madiun Raup Ribuan Penjualan Mochi dan Risol
- 09 Mei 2026 10:24 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Media sosial kini menjadi senjata ampuh bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Hal itu dirasakan langsung oleh Dinada Wahyu Septiana atau lebih akrab dipanggil Nada, pemilik brand kuliner Nahanoms asal Madiun, yang sukses mengembangkan bisnis mochi dan risol lewat promosi aktif di TikTok @nahanoms.
Nada mengaku awalnya hanya mencoba memasarkan produknya secara sederhana melalui media sosial dan live TikTok. Namun siapa sangka, strategi tersebut justru membawa dampak besar terhadap perkembangan usahanya.
“Yang paling efektif memang live TikTok dan yang paling penting harus rajin posting-posting di TikTok,” ujarnya saat menjadi narasumber di Muda Kreatif Pro 2 RRI Madiun
Melalui konten-konten singkat dan siaran langsung, produk Nahanoms perlahan mulai dikenal masyarakat. Apalagi tampilan mochi dan risol warna-warni yang unik membuat banyak pengguna TikTok penasaran.
Puncaknya terjadi saat Ramadhan lalu ketika risol manis mereka sempat viral di media sosial. Penjualan pun meningkat tajam hanya dalam waktu singkat.
“Waktu puasa kemarin sempat ramai sekali. Banyak yang order setelah lihat TikTok,” kata Nada.
Selain media sosial, kolaborasi dengan food vlogger dan influencer lokal juga membantu memperluas jangkauan pasar Nahanoms.
Menurut Nada, setelah produknya direview oleh food vlogger, peningkatan pembeli biasanya langsung terasa keesokan harinya.
“Kan mereka punya followers banyak tuh. Jadi mereka nge-share terus menceritakan ini loh produknya Mochi madiun. Nah, itu biasanya kalau setelah direview biasanya besoknya langsung ramai,” ujarnya.
Kini Nahanoms tidak hanya melayani pembelian langsung di outlet, tetapi juga menerima pesanan frozen untuk acara keluarga, arisan hingga pengiriman luar kota.
Produk mereka bahkan sudah pernah dikirim hingga Bogor menggunakan layanan pengiriman cepat agar kualitas tetap terjaga.
Meski kini dikenal luas, Nada mengaku perjalanan bisnisnya juga dipenuhi tantangan. Ia pernah mengalami kerugian ketika membuka stan Ramadan namun dagangan tidak laku akibat hujan deras dan angin kencang.
Namun pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga agar dirinya semakin kuat menjalankan usaha.
Ke depan, Nada berharap Nahanoms dapat berkembang lebih luas dan memiliki konsep OTR (On The Road) atau penjualan keliling ke berbagai daerah di wilayah karesidenan Madiun. Permintaan pelanggan dari Ngawi, Magetan hingga Ponorogo pun mulai berdatangan melalui media sosial.
Tak lupa, Nada juga membagikan pesan kepada anak muda yang ingin mulai berwirausaha agar tidak takut mencoba. “Kalau punya produk langsung dipromosikan saja. Jangan takut memulai dan harus percaya diri,” pesannya.
Di tengah era digital yang serba cepat, Nahanoms menjadi contoh bagaimana kreativitas, konsistensi, dan kekuatan media sosial mampu membawa UMKM lokal berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....