Berawal untuk Pengobatan Pribadi, Produk Pawon D’Eli Madiun pun Banyak Diminati
- 29 Apr 2026 21:17 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kesegaran dari aroma rempah hadir dari Pawon D’eli, milik Heri Eli Nuryani. Aneka produk jamu seperti jahe rempah, temulawak, kunyit, dan lainnya baik dalam bentuk serbuk maupun siap dikonsumsi bisa dinikmati dari resep asli milik Ibu Eli, yang awalnya hanya untuk pengobatan bagi beliau sendiri.
“Waktu itu saya sempat sakit, kemudian daripada saya terlalu banyak mengonsumsi obat saat itu, saya mencoba membuat herbal sendiri, dan Alhamdulilah bisa pulih. Kemudian dari situ, saya coba mengembangkan resep jamu saya untuk dipasarkan sekaligus saat itu juga untuk mengisi waktu luang, usai tidak bekerja lagi karena mengikuti tugas suami,” cerita Ibu Eli kepada RRI Madiun.
Pada tahun 2013, dengan dukungan dari sang suami, Ibu Eli pun memantapkan untuk memulai bisnis jamu rempahnya, sebelum akhirnya satu tahun berikutnya, produk- produk Ibu Eli benar- benar siap dipromosikan. Produk pertama yang dikembangkan adalah jamu ekstrak berbentuk serbuk memudahkan konsumen untuk menikmati jamu dengan praktis tanpa perlu menyaring alias cukup diseduh saja.
Momen paling mengharukan dalam perjalanan bisnis Pawon D’Eli adalah ketika suami beliau, yang selalu membantu memasarkan produk bahkan terlibat dalam proses produksi setiap pulang kerja, wafat. Sempat bersedih dan vakum dari bisnisnya, semangatnya pun kembali usai kedua buah hatinya menjadi motivasi utama untuk terus mengembangkan warisan semangat almarhum suaminya.
Selain itu lonjakan permintaan jamu seperti temulawak dan jahe meningkat tajam saat pandemi Covid 19 tahun 2020, juga menjadi titik balik bisnis Pawon D’Eli. Merespon kebutuhan pasar, Ibu Eli mulai memproduksi jamu cair siap minum.
Salah satu produk unggulannya adalah Jahe Rempah. Bahkan untuk menghasilkan komposisi dan cita rasa yang pas, Ibu Eli melakukan uji coba resep hingga sembilan kali. "Jahe rempah ini paling rawan karena semua bahannya bersifat panas sedangkan pada suhu ruang hanya bertahan 5-6 jam, jadi kualitasnya benar-benar saya jaga tanpa pengawet sama sekali," terangnya.
Berbagai varian produk jamu bisa dijumpai mulai dari ekstrak bubuk jahe rempah, temulawak, jahe emprit, dan kunyit putih dengan rentang harga mulai dari Rp. 30.000 - Rp. 40.000 untuk kemasan 250 gram.
Sementara itu, untuk jamu cair atau siap minum, terdapat varian kunir asem, suruh kunci, beras kencur, jahe rempah, serta rapat wangi dengan harga setiap botol kemasan 350 ml sebesar Rp 10.000.
Dalam perjalanannya mengembangkan Pawon D’Eli, ibu dua orang anak itu, mengaku pernah mengalami tiga kali kegagalan produksi karena faktor suasana hati (mood) yang kurang baik. Namun, beliau kembali fokus dan selalu percaya bahwa kesegaran bahan dan niat yang tulus sangat mempengaruhi hasil akhir jamu.
Selain produk jamu, Pawon D’Eli juga menghadirkan produk makanan yang menjadi produk unggulan seperti ceker lava, ada juga kudapan kue kering maupun basah serta nasi box sesuai dengan pesanan.
Bagi penikmat jamu rempah yang penasaran dengan resep milik BU Eli, bisa berkunjung di alamat Jalan Sri Rejeki No. 55, Sukosari, Kota Madiun. Terakhir Bu Eli juga menekankan prinsip utamanya dalam menjalankan bisnisnya yang sudah lebih dari 1 dekade itu, yakni mengutamakan kualitas meskipun harga bahan baku melambung karena menurutnya kepercayaan konsumen adalah yang utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....