Tukang Sol Sepatu Tetap Bertahan di tengah Perubahan
- 23 Apr 2026 12:18 WIB
- Madiun
RRI. CO.ID, Madiun - Di tengah maraknya sepatu murah dengan berbagai model modern, profesi tukang sol sepatu ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat. Hal ini dirasakan oleh Yudi, seorang tukang sol sepatu berusia 56 tahun yang telah menekuni pekerjaan ini sejak tahun 1994.
Yudi mengungkapkan, awalnya ia menjalani profesi ini sebagai tambahan penghasilan. “Dulu saya kerja di INKA, lalu tahun 2012 saya memutuskan resign dan mulai fokus menekuni sol sepatu,” ujarnya.
Keahlian yang dimilikinya pun bukan berasal dari pendidikan formal, melainkan hasil belajar secara otodidak.
Ia mengaku banyak belajar dari adik iparnya hingga akhirnya mahir menjalankan usaha tersebut.
Dalam kesehariannya, Yudi melayani berbagai jenis perbaikan sepatu, mulai dari sol yang lepas hingga kerusakan lainnya. Proses perbaikan biasanya dilakukan dengan cara dilem dan dijahit, tergantung tingkat kerusakan.
“Kalau ringan cukup dilem, tapi kalau sudah parah harus dijahit,” jelasnya.
Namun, tidak semua sepatu bisa diperbaiki. Yudi menyebutkan, sepatu dengan merek tertentu justru berisiko rusak jika dipaksakan untuk dijahit.
“Ada juga yang tidak bisa, terutama sepatu branded tertentu. Kalau dijahit malah bisa rusak,” tambahnya.
Dalam proses pengerjaan, Yudi menggunakan bahan sederhana seperti lem dan benang. Waktu pengerjaan pun relatif singkat, rata-rata hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk satu pasang sepatu.
Dari segi tarif, Yudi mematok harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung tingkat kerusakan. Meski demikian, ia mengakui bahwa usaha ini belum menjadi sumber penghasilan utama.
“Ini hanya usaha sampingan. Kalau sore saya buka warung tahu telor bersama istri,” tuturnya.
Menariknya, di tengah perkembangan zaman, Yudi melihat minat masyarakat untuk memperbaiki sepatu masih cukup tinggi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh kualitas sepatu masa kini yang dinilai tidak sekuat produk zaman dulu.
“Sekarang banyak sepatu yang cepat rusak, jadi orang lebih memilih memperbaiki daripada membeli baru,” katanya.
Di akhir wawancara, Yudi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil seperti dirinya, terutama dalam bentuk bantuan modal maupun peralatan kerja.
“Harapannya ada bantuan modal atau alat usaha supaya kami bisa terus bertahan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....