Top Crepes Madiun: dari Gerobak Keliling hingga Menjangkau Berbagai Daerah

  • 11 Apr 2026 10:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Perjalanan usaha tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Hal itulah yang dibuktikan oleh Yuningsih, pelaku UMKM asal Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, yang sukses mengembangkan brand “Top Crepes” dari lapak kaki lima hingga mampu menjangkau pasar nasional.

Usaha ini dirintis sejak tahun 2009 dengan modal sederhana dan semangat pantang menyerah. Kala itu, Yuningsih berjualan crepes secara keliling ke sekolah-sekolah dan tempat keramaian. Crepes yang dijual pun masih berupa jajanan langsung santap, tanpa kemasan khusus, sehingga hanya bisa dinikmati saat itu juga.

Seiring berjalannya waktu, Yuningsih mulai menyadari bahwa untuk berkembang, ia perlu melakukan perubahan. Titik balik usahanya terjadi ketika ia bergabung dengan komunitas serta Asosiasi UMKM Madiun.

Dari sinilah ia mendapatkan berbagai pembinaan, mulai dari pengemasan produk, pengembangan rasa, hingga strategi pemasaran.

“Dulu hanya jualan di kaki lima, ya ke sekolah2 dengan harga yang terjangkau anak TK dan SD. Sekarang setelah kenal komunitas UMKM, saya banyak belajar, terutama soal kemasan,” ungkap Yuningsih saat berbincang di program Muda Kreatif RRI Pro 2 Madiun.

Berkat pembinaan tersebut, Top Crepes kini hadir sebagai produk oleh-oleh yang lebih modern. Tidak hanya dijual secara langsung, produknya juga dapat dibawa bepergian bahkan dikirim ke luar kota dan luar pulau.

Perkembangan ini membawa dampak signifikan terhadap jangkauan pasar. Jika sebelumnya hanya dikenal di lingkungan lokal, kini Top Crepes telah merambah berbagai kota seperti Yogyakarta, Magelang, Surabaya, hingga Aceh.

"Sekarang crepes saya gak cuma dikenal di Madiun tapi sudah dikenal di luar kota madiun" Cerita Yuningsih.

Beberapa varian rasa yang disediakan seperti Coklat yang menjadi primadona, ada juga strawberry, blueberry, keju, durian dan Vanilla. Yuningsih juga membuat varian crepes spesial seperti Crepes Ice Cream namun harus pesan terlebih dahulu. Harga yang ditawarkanpun cukup terjangkau mulai 7000 sampaindengan 15.000 rupiah.

"Ada beberapa varian rasa yang paling best seller Coklat. Harganya ada yang 7.000, 8.000, 9.000, sampai 15.000. Terjangkau" tambahnya.

Kesuksesan Yuningsihbini menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan kemauan belajar, inovasi, dan dukungan komunitas, usaha kecil dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Tak lupa ia berterima kasih pada semua yang mendukungnya.

"Saya sangat berterima sama temen2 komunitas asosiasi UMKM madiun, terima kasih Ketua Asosiasi UMKM Pak Benni dan teman2 yang sudah membantu dan memperkenalkan saya ilmu dan pengalamannya. Sehingga produk saya bisa berkembang seperti sekarang" Kata Yuningsih dengan tersenyum bahagia.

Yuningsih pun berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain, khususnya di Kota Madiun, untuk terus berinovasi dan tidak takut memulai dari nol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....