Harga Plastik Melambung, Pelaku UMKM Semanggi di Caruban Terpaksa Kurangi Takaran

  • 31 Mar 2026 22:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kenaikan harga bahan baku plastik di pasaran mulai berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan. Di Caruban, salah satu usaha penyedia sayuran tradisional kini harus memutar otak agar operasional usaha tetap berjalan di tengah biaya pengemasan yang kian mahal. Fenomena ini memicu kekhawatiran bagi para pedagang yang sangat bergantung pada plastik sebagai media pengemasan utama produk mereka.

Ika, salah satu pelaku UMKM penyedia sayuran semanggi asal Caruban, Kabupaten Madiun mengungkapkan bahwa kondisi saat ini sangat membuat bingung. Menurut pengakuannya, harga plastik kemasan kini telah mengalami kenaikan Harga yang sangat mengagetkan, "naiknya 4.500 rupiah per bungkus, biasanya beli dengan Harga 8500 rupiah, kini 14.000 per pack," tuturnya, Selasa (31/3). Lonjakan harga ini dianggap terlalu tinggi bagi skala usaha kecil, mengingat plastik merupakan komponen penting yang tidak mungkin dihilangkan dalam penjualan ke konsumen.

Demi menyiasati biaya produksi yang membengkak tanpa harus menaikkan harga jual ke konsumen, Ika terpaksa mengambil keputusan dengan mengurangi volume timbangan produknya. "Jika biasanya satu bungkus daun semanggi berisi 37 gram, kini ia harus memangkasnya menjadi 32 gram per bungkus, " ungkapnya. Langkah ini diambil sebagai jalan tengah agar usahanya tetap berjalan.

Strategi pengurangan berat ini dilakukan semata-mata untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak merosot. Ika menyadari bahwa menaikkan harga jual secara langsung berisiko membuat pelanggan beralih atau mengurangi konsumsi. Dengan tetap mempertahankan harga lama namun menyesuaikan kuantitas, ia berharap konsumen tetap setia meskipun terdapat sedikit perubahan pada berat produk yang yang diterima konsumen.

Lebih lanjut, Ika menyampaikan harapannya agar pemerintah atau pihak terkait segera turun tangan mengatasi ketidakstabilan harga plastik ini. Baginya, plastik bukan sekadar alat pembungkus, melainkan hal penting bagi banyak usaha kecil yang belum memiliki alternatif pengemasan lain yang lebih ekonomis. Ketidakpastian harga ini jika dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan akan memukul lebih banyak sektor UMKM serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....