Detoksifikasi Tradisional Dari Resep Jamu Si Ndoro Djampi
- 07 Jul 2025 17:13 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Kesehatan dan kebugaran saat ini adalah hal yang sering diperbincangkan di masyarakat. Mulai dari maraknya olahraga yang dipublikasikan di sosial media, hingga gaya hidup netizen yang lebih sehat. Meski dengan rajin berolahraga, tidak sedikit orang yang memilih tetap menyimpan cara tradisional untuk mendapatkan tubuh yang bugar. Salah satunya tentu dengan mengkonsumsi jamu tradisonal seprti beras kencur, kunyit asem, dan varian lainnya.
Berasal dari Jiwan, Kabupaten Madiun, Virdia Amrul seorang ibu rumah tangga muda yang semangat menyebarkan inspirasi dengan berjualan jamu. Bermula Februari 2025, Virdia menyukai jamu untuk dikonsumsi sendiri. "Awalnya ya kan perempuan tentu datang bulan, sehingga ya bikin jamu sendiri untuk meredakan rasa kurang enak saat hari itu datang. Trus, nyoba bikin, temen saya coba katanya enak. Lalu, saya berfikir kenapa ngga saya jual aja," katanya, Senin (7/7/2025).
Virdia mengolah sendiri jamu yang dia beri label "Ndoro Djampi" itu. Ditanya darimana bahan bakunya, perempuan berbehel gigi ini mengatakan telah memiliki supplier sendiri. "Ya alhamdulillah ada nenek-nenek yang jual, kemudian ya karena saya belinya tidak sedikit ya, jadi saya diberi harga yang murah. Dari situ sudah tidak ke tempat lain lagi," katanya. Jamu olahan Virdia ini sehari sanggup menghasilkan 50 botol kemasan 250 ml. Jamu "Ndoro Djampi" ini bertahan hingga 7 hari pada suhu kulkas, dan disarankan untuk segera diminum.
Pelanggan jamu olahan Virdia pun semakin menggemari, dan terus memesan produknya. "Cuma saya memang ingin fresh terus ya jamunya, jadi memang pelanggan harus tanya dulu, apakah stoknya masih ada atau ngga. Saya juga tidak ingin mereka mendapatkan jamu yang tidak fresh. Jadi, sekali bikin saya usahakan laku 2 hingga 3 hari," tuturnya. Jamu olahan Virdia hadir dengan berbagai varian mulai beras kencur, kunyit asem, telang, dan detox drink yang merupakan produk best sellernya. Per 250 ml, dijual dengan harga Rp.10.000 saja, cukup terjangkau dengan kualitas dan kemasan premium.
Dalam obrolannya bersama Mozaik Indonesia, Pro1 Madiun, Virdia berharap produknya bisa dikenal dan semakin laris di pasaran. "Ya pengen segera punya outlet, karyawan, kemudian punya cabang. Jadi, bisa mengajak anak-anak muda untuk terus minum jamu," jelasnya. Dengan harapan kecil itu, Virdia optimis,jamu olahannya bisa diterima di masyarakat dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....