Menakar Resiliensi Kota Madiun: Tekanan Inflasi dan Geliat Investasi
- 20 Mei 2026 16:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Madiun pada tahun 2026 bukan lagi sekadar titik persinggahan di jalur kereta api trans-Jawa. Di bawah dinamika pertumbuhan kawasan barat Jawa Timur, kota ini mulai menunjukkan transformasi sebagai laboratorium ekonomi urban yang menarik perhatian.
Pemerintah daerah bersama pelaku usaha dan akademisi kini menghadapi tantangan besar. Salah satunya menjaga stabilitas harga di tengah tekanan ekonomi global sekaligus memperkuat daya tarik investasi.
Ketidakpastian ekonomi dunia yang berdampak pada nilai tukar rupiah turut memberi tekanan terhadap inflasi daerah. Namun demikian, Kota Madiun dinilai masih mampu menjaga daya beli masyarakatnya.
“Kita saat ini berada di masa yang tidak baik-baik saja. Namun, Madiun sebagai kota urban mampu mempertahankan daya beli masyarakatnya di tengah kenaikan inflasi. Ini bisa dilihat dari analisis sektor investasinya. Kalau kita lihat, Kota Madiun menuju kota yang bertransformasi,” ujar Ardianus Laurens P, saat menjadi narasumber dalam dialog “Inflasi dan Investasi” di Pro 1 RRI Madiun, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, geliat investasi di Kota Madiun tidak lepas dari keberhasilan pembangunan kawasan wisata urban dan ruang publik yang mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru. Kehadiran sejumlah destinasi seperti Pahlawan Street Center (PSC), Bukit Buah Pyramid, dan Kampung Jepang dinilai berhasil mengubah wajah kota menjadi lebih atraktif bagi investor maupun wisatawan.
Keberadaan magnet pariwisata buatan tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan investasi di sektor jasa, perhotelan, kuliner, hingga retail. Infrastruktur kota yang semakin estetis dan nyaman menciptakan arus mobilitas manusia atau human traffic yang konsisten, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
Ardianus menilai, strategi pembangunan Kota Madiun saat ini menunjukkan arah yang cukup jelas. Yakninmenjadikan kota tetap nyaman dihuni dengan inflasi yang terkendali, namun juga kompetitif sebagai tujuan investasi.
"Keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan pertumbuhan sektor usaha menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah," sebutnya.
Ia menegaskan bahwa masa depan ekonomi Kota Madiun bergantung pada konsistensi menjaga ekosistem kota yang sehat.
“Kunci masa depan ekonomi Madiun terletak pada konsistensi menjaga ekosistem kota yang nyaman untuk ditinggali, dengan inflasi rendah, sekaligus menguntungkan untuk berbisnis melalui investasi yang tinggi,” katanya.
Ke depan, sinergi antara pengembangan pariwisata urban dan industri pengolahan diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru. Dengan strategi tersebut, Kota Madiun diharapkan mampu keluar dari bayang-bayang kota transit dan tumbuh menjadi pusat ekonomi mandiri di kawasan Jawa Timur bagian barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....