Mengenal Konsep Value Investing Dalam Berinvestasi

  • 26 Jun 2024 11:18 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Dalam dunia investasi, berbagai strategi digunakan oleh investor untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Salah satu strategi yang telah terbukti efektif selama bertahun-tahun adalah Value Investing. Strategi ini, yang dipopulerkan oleh investor legendaris seperti Benjamin Graham dan Warren Buffett, berfokus pada membeli saham yang dijual dengan harga lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Bagaimana value investing bekerja, dan mengapa ini bisa menjadi pendekatan yang efektif dalam investasi saham?

Value Investing adalah strategi investasi di mana investor mencari saham yang dinilai lebih rendah daripada nilai intrinsiknya—harga yang diyakini mencerminkan nilai sebenarnya dari aset perusahaan. Nilai intrinsik ini biasanya dinilai berdasarkan analisis fundamental, termasuk laporan keuangan perusahaan, potensi pertumbuhan, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Sebagai contoh untuk menggambarkan nilai intrinsik, bayangkan kita ingin membeli sebuah sepeda. Harga di pasar adalah Rp3.000.000. namun ketika kita memeriksa sepeda tersebut dengan cermat: kondisi rangka, performa rem, kualitas ban, dan fitur tambahan. Setelah mengevaluasi semua aspek, kita melihat bahwa sepeda ini sebenarnya layak dihargai Rp4.000.000. Inilah yang disebut nilai intrinsik.

Aspek yang umum digunakan oleh penganut konsep value investing untuk menentukan nilai intrinsik adalah kondisi fundamental Perusahaan seperti price to earning ratio (PER) dan price to book ratio (PBV). PER dihitung dengan cara harga saham saat ini dibagi dengan laba per saham (PER= harga saham saat ini / laba per saham), PER dianggap memenuhi konsep value investing jika hasilnya kurang dari 5. Sedangkan untuk menghitung PBV kita bagi harga pasar dengan nilai buku per saham (PBV = harga pasar / nilai buku per saham). Nilai buku per saham didapatkan dari jumlah ekuitas (aset – hutang) dibagi jumlah saham beredar. PBV dianggap memenuhi kriteria value investing jika nilainya kurang dari 1.

Dalam buku yang berjudul Lo Kheng Hong karya Lukas Setia Atmaja, Lo Kheng Hong suka mengoleksi saham yang mempunyai harga murah. “Belilah mercy seharga bajaj, jangan sebaliknya” petuah investor kawakan ini dalam buku yang judulnya diambil dari namanya. Selain faktor PBV dan PER, faktor manajemen dari Perusahaan juga patut dipertimbangkan bagi penganut konsep value investing. Memeriksa rekam jejak eksekutif perusahaan, kebijakan yang diambil, dan strategi yang diambil merupakan sebuah informasi yang wajib diteliti. Karena sebagus apapun jika manajeman tidak jujur dan kompeten maka akan memberikan kerugian bagi pemegang saham.

Value investing menawarkan pendekatan yang berfokus pada pembelian saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, dengan cara melakukan analisis fundamental yang mendalam, dan pandangan jangka panjang. Meskipun memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam analisis, strategi ini telah terbukti memberikan pengembalian yang tinggi bagi investor yang disiplin. Dalam dunia yang penuh dengan volatilitas dan spekulasi, value investing memberikan pendekatan yang lebih tenang dan berbasis analisis untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....