Triwulan Pertama 2026, KPPN Madiun Catatkan Belanja APBN Rp2,5 Triliun
- 24 Apr 2026 20:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun mencatat realisasi APBN triwulan pertama 2026 mencapai Rp2,5 triliun. Angka ini setara dengan 29,83 persen dari total pagu Rp8,6 triliun.
Jika dibandingkan tahun lalu, realisasi tersebut secara persentase meningkat, namun secara nominal turun. Di mana realisasi belanja APBN triwulan pertama 2025, mencapai Rp3,01 triliun atau setara 28,25 persen dari pagu Rp10,6 triliun.

Kepala KPPN Madiun Joko Maryono merinci, realisasi belanja APBN 2026 triwulan pertama di 2026 ini berasal dari belanja pegawai dari pagu Rp1,9 triliun, sudah terealisasi 27,87 persen atau Rp555 miliar.
“Belanja barang, dari pagu Rp595 miliar sudah terealisasi Rp107 miliar atau 18,04 persen,” ujar dia. Lalu, belanja modal dari pagu Rp106 miliar sudah terealisasi Rp5 miliar atau setara 4,82 persen.
“Untuk belanja bansos belum ada atau masih nol (0). Kemudian, belanja transfer ini paling tinggi, dari pagu Rp5,9 triliun, sudah terealisasi Rp1,9 triliun atau setara 32,09 persen,” ujar dia.
Joko menjelaskan, jika dilihat berdasarkan wilayah, belanja APBN pada triwulan pertama untuk Satuan Kerja (Satker) Kementerian Lembaga (K/L), di Kota Madiun dari pagu Rp1,4 triliun sudah terealisasi Rp375 miliar atau 25,11 persen.
Kabupaten Madiun dari pagu Rp255 sudah terealisasi Rp66 miliar atau 26,03 persen. Kabupaten Ngawi dari pagu Rp298 miliar sudah terealisasi Rp68 miliar atau 23,03 persen. “Lalu, Kabupaten Magetan dari pagu Rp274 sudah terealisasi Rp67 miliar atau 24,72 persen,” ujar dia.
Sedangkan, Kabupaten Ponorogo dari pagu Rp368 miliar sudah terealisasi Rp88 miliar atau setara 24,10 persen.
Joko berharap, dana APBN ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Satker K/L. “Semoga dana APBN yang diamahkan pada kami dapat dikelola oleh Satker atau Pemda (Pemerintah Daerah) untuk memberikan dampak positif dan nyata pada kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Madiun Raya,” ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....