Fenomena Job Hopping di Kalangan Gen Z, Apa Kata Psikolog?
- 10 Apr 2026 18:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena job hopping atau kebiasaan berpindah pekerjaan dalam waktu singkat kini semakin marak di kalangan Generasi Z. Perubahan pola kerja ini menjadi sorotan karena berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung bertahan lebih lama di satu perusahaan.
Psikolog, Andi Cahyadi menjelaskan bahwa job hopping merupakan perilaku individu yang secara sadar berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam waktu relatif singkat, biasanya dalam kurun satu hingga dua tahun.
“Fenomena ini tidak selalu negatif, karena bagi sebagian Gen Z, berpindah kerja adalah strategi untuk mencari pengalaman, meningkatkan skill, dan menemukan lingkungan kerja yang lebih sesuai,” ujarnya kemarin.
Secara umum, job hopping diartikan sebagai perpindahan pekerjaan yang dilakukan secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu, seperti pengembangan karier, peningkatan gaji, hingga mencari work-life balance yang lebih baik . Bahkan, sejumlah riset menunjukkan bahwa Generasi Z memang lebih terbuka terhadap perubahan pekerjaan demi mendapatkan peluang yang lebih sesuai dengan nilai dan ekspektasi mereka.
Menurut Andi, dari sudut pandang psikologi, fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, kebutuhan akan aktualisasi diri dan keinginan berkembang yang tinggi. Kedua, tingkat kepuasan kerja yang rendah, baik dari sisi lingkungan, penghargaan, maupun peluang karier.
Ketiga, karakter Gen Z yang cenderung fleksibel dan tidak terlalu terikat pada satu institusi.
“Kalau mereka merasa tidak berkembang atau tidak dihargai, maka mereka akan lebih mudah mengambil keputusan untuk pindah. Ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih menekankan stabilitas,” tambahnya.
Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa job hopping memiliki dua sisi. Di satu sisi, hal ini dapat memperkaya pengalaman dan mempercepat perkembangan karier.
Namun di sisi lain, jika dilakukan tanpa perencanaan yang matang, dapat berdampak pada ketidakstabilan karier dan citra profesional.
“Yang terpenting adalah tujuan. Kalau job hopping dilakukan dengan strategi yang jelas, itu bisa menjadi nilai tambah. Tapi kalau hanya karena impuls atau ikut tren, justru bisa merugikan,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....