Psikolog Ungkap Penyebab Impulsive Buying di Era Digital
- 26 Mar 2026 16:32 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat. Salah satu fenomena yang semakin sering terjadi adalah impulsive buying atau perilaku belanja tanpa perencanaan, terutama di kalangan generasi muda.
Psikolog Andi Cahyadi mengungkapkan bahwa impulsive buying di era digital dipicu oleh berbagai faktor psikologis dan lingkungan yang saling berkaitan.
“Di era digital, keputusan membeli tidak lagi sepenuhnya rasional. Banyak dipengaruhi oleh emosi, visual, dan kecepatan akses,” ujarnya pada Rabu 25 Maret 2026.
Salah satu penyebab utama adalah kemudahan teknologi. Fitur seperti one-click purchase, metode pembayaran instan, hingga integrasi e-wallet membuat proses belanja menjadi sangat cepat tanpa memberi ruang untuk berpikir panjang.
Selain itu, strategi pemasaran digital juga berperan besar. Diskon terbatas, flash sale, hingga gratis ongkir dirancang untuk menciptakan urgensi sehingga mendorong konsumen mengambil keputusan secara spontan.
Andi juga menyoroti pengaruh media sosial yang kuat terhadap perilaku konsumsi. Konten review, unboxing, hingga tren viral seringkali memicu keinginan membeli meski tidak ada kebutuhan mendesak.
“Fenomena fear of missing out atau FoMO membuat individu merasa harus ikut memiliki sesuatu agar tidak tertinggal dari orang lain,” jelasnya.
Algoritma digital turut memperkuat kondisi tersebut. Sistem rekomendasi yang terus menampilkan produk sesuai minat pengguna membuat dorongan untuk membeli semakin sulit dikendalikan.
Faktor emosional juga menjadi pemicu penting. Banyak individu menggunakan belanja sebagai pelarian dari stres, kebosanan, atau tekanan, sehingga keputusan yang diambil cenderung impulsif.
Tak hanya itu, kurangnya literasi finansial pada sebagian generasi muda membuat mereka belum memiliki kontrol yang kuat dalam mengelola keuangan.
Meski demikian, Andi menegaskan bahwa perilaku ini bisa dikendalikan dengan meningkatkan kesadaran diri. “Penting untuk memahami kebutuhan dan membedakannya dengan keinginan,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa di tengah kemudahan digital, masyarakat perlu lebih bijak dalam berbelanja. “Jangan sampai teknologi yang mempermudah justru membuat kita kehilangan kendali,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....