Dampak Belanja Impulsif di E-Commerce Bagi Gen Z
- 26 Mar 2026 16:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Tren belanja online yang semakin masif di kalangan generasi Z membawa berbagai kemudahan. Namun di sisi lain, muncul perilaku belanja impulsif yang berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara finansial maupun psikologis.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa belanja impulsif merupakan tindakan membeli barang tanpa perencanaan matang, yang biasanya dipicu oleh emosi sesaat.
“Perilaku ini sering terjadi karena dorongan instan, seperti melihat diskon atau produk yang sedang tren, tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya,” ujarnya pada Rabu 25 Maret 2026.
Salah satu dampak utama adalah gangguan kondisi finansial. Pengeluaran yang tidak terkontrol dapat membuat individu kesulitan mengelola keuangan, bahkan berpotensi menimbulkan utang.
Selain itu, belanja impulsif juga berdampak pada kesehatan mental. Setelah euforia membeli, individu seringkali mengalami perasaan menyesal, bersalah, atau stres karena menyadari pembelian tersebut tidak terlalu dibutuhkan.
“Ini bisa memicu siklus emosional yang tidak sehat, di mana seseorang belanja untuk merasa lebih baik, tapi justru berakhir dengan penyesalan,” jelas Andi.
Dampak lain yang tidak kalah penting adalah menurunnya kontrol diri. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini dapat membentuk pola perilaku konsumtif yang sulit dihentikan.
Andi juga menyoroti bahwa paparan media sosial dan algoritma e-commerce memperkuat kecenderungan tersebut. Rekomendasi produk yang terus muncul membuat individu semakin terdorong untuk membeli secara spontan.
Tak hanya itu, belanja impulsif juga dapat mempengaruhi prioritas hidup, terutama bagi Gen Z yang sedang dalam fase membangun masa depan. Pengeluaran yang tidak terarah bisa menghambat pencapaian tujuan jangka panjang.
Meski demikian, Andi menegaskan bahwa perilaku ini masih dapat dikendalikan dengan meningkatkan kesadaran diri dan literasi finansial.
“Mulai dari membuat daftar kebutuhan, menetapkan anggaran, hingga menunda pembelian bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi impulsif,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa kemudahan teknologi seharusnya dimanfaatkan secara bijak. “Jangan sampai kita dikendalikan oleh keinginan sesaat, tapi jadikan belanja sebagai keputusan yang sadar dan terencana,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....