Benarkah Gen Z Rentan Perilaku Impulsif di E-Commerce?

  • 26 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kemudahan berbelanja di platform digital membuat aktivitas konsumsi semakin praktis. Namun di balik itu, muncul fenomena baru: perilaku impulsif saat belanja online, khususnya di kalangan generasi muda. Lalu, benarkah Gen Z lebih rentan terhadap perilaku ini?

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa generasi Z memiliki karakteristik sebagai digital native yang sangat akrab dengan teknologi, sehingga lebih sering terpapar berbagai stimulus belanja online.

“Gen Z hidup di lingkungan yang serba cepat dan instan. Kemudahan akses, promo, hingga fitur one-click membuat mereka lebih mudah melakukan pembelian tanpa banyak pertimbangan,” ujarnya pada Rabu 25 Maret 2026.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa perkembangan e-commerce memang mendorong kecenderungan impulsive buying, terutama pada Gen Z yang aktif menggunakan platform digital.

Selain itu, faktor psikologis seperti fear of missing out (FoMO) atau rasa takut ketinggalan tren juga menjadi pemicu utama. Ketika melihat promo terbatas atau produk viral, individu cenderung terdorong untuk membeli secara spontan.

Andi menambahkan, algoritma media sosial dan e-commerce juga berperan besar. Rekomendasi produk yang terus muncul membuat keinginan membeli semakin sulit dikontrol.

“Paparan konten yang berulang itu membentuk dorongan emosional. Akhirnya keputusan membeli bukan lagi rasional, tapi karena keinginan sesaat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, faktor promosi seperti diskon, gratis ongkir, dan flash sale juga terbukti meningkatkan perilaku impulsif. Studi menunjukkan bahwa promosi dan ulasan online memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian spontan.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa tidak semua Gen Z bersifat impulsif. Ada juga yang mulai lebih sadar finansial dan mampu mengontrol kebiasaan belanja mereka.

“Perilaku impulsif bukan semata soal usia, tapi juga soal kontrol diri, literasi finansial, dan kesadaran individu,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat berdampak pada kondisi keuangan dan kesehatan mental, seperti penyesalan setelah membeli atau stres akibat pengeluaran berlebih.

Sebagai penutup, Andi Cahyadi menekankan pentingnya kesadaran diri dalam berbelanja di era digital. “Bijak dalam menggunakan teknologi adalah kunci. Jangan sampai kemudahan justru membuat kita kehilangan kontrol,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....