OJK Kediri Dorong Pelajar Melek Literasi Keuangan
- 07 Mar 2026 21:22 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi - Sejumlah istilah dalam dunia keuangan relatif sulit dipahami oleh masyarakat awam. Berbagai terminologi finansial yang terdengar rumit membuat topik keuangan terasa jauh dan tidak akrab bagi sebagian orang. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi keuangan kepada masyarakat.
Melalui program literasi dan edukasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, produk jasa keuangan, hingga perlindungan konsumen.
Analis Bagian Pengawasan di Otoritas Jasa Keuangan Kediri, Odhik Susanto, mengatakan kegiatan edukasi keuangan dirancang dengan pendekatan yang ringan dan interaktif agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar.
“Memang selalu kita kemas edukasinya interaktif, bahasa yang mudah dipahami anak-anak, dan ditutup dengan sesi kuis. Kuis ini berisi istilah-istilah keuangan yang tetap seru,” kata Odhik Susanto saat berada di Ngawi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, metode interaktif dipilih agar peserta tidak hanya mendengar materi, tetapi juga aktif terlibat sehingga istilah-istilah keuangan yang sebelumnya terasa rumit dapat dipahami dengan lebih mudah.
Odhik menambahkan, program literasi keuangan menjadi salah satu tugas dan fungsi penting OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
“Tahun lalu kami menyasar sekitar 6.000 audiens dari 13 kabupaten/kota. Tahun ini harapannya bisa lebih banyak terutama bagi pelajar karena pelajar termasuk salah satu segmen prioritas untuk mendapatkan literasi keuangan,” lanjutnya.
Melalui kegiatan edukasi yang terus digencarkan, OJK berharap masyarakat semakin memahami konsep dasar keuangan sehingga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak serta terhindar dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan.