BI Kediri Siapkan Rp5,5 Triliun Uang Baru pada Ramadan 2026

  • 27 Feb 2026 20:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri menyiapkan uang layak edar (uang baru) sekitar Rp5,5 triliun, untuk program Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri).

Jumlah tersebut, untuk melayani penukaran uang dari masyarakat pada momentum Ramadan dan Lebaran 2026 ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Deasi Surya Andarina mengatakan, selama ini penukaran uang baru sudah seperti tradisi bagi masyarakat Indonesia saat Ramadan dan Lebaran.

“Dan BI selama puasa dan lebaran ini memberikan servis yang optimal pada masyarakat untuk penukaran uang baru,” ujar dia.

Deasi menyebutkan, dari tahun ke tahun kuota penukaran uang baru di wilayah kerja BI Kediri juga selalu di tambah. “Secara persentase ada penambahan cukup banyak, 20-30 persen.

Jumlah kuota kami tambah sekitar 30 persen. Scope (cakupan) layanan kami lebih luas, dan otomatis uang yang kami sediakan cukup banyak,” ujar dia.

Dari informasi, pada Ramadan dan Lebaran 2025 lalu BI Kediri menyiapkan Rp4,9 triliun uang baru.

“Untuk Lebaran dan Ramadan tahun ini (2026) BI Kediri menyediakan sekitar Rp5,5 triliun, setiap tahun kami selalu memperbaiki layanan untuk masyarakat,” ujar dia saat menjadi naraumber Dialog AE Raya Menyapa, RRI Madiun.

Selain jumlah yang sediakan makin besar, Deasi menjelaskan, kuota penukaran per orang juga meningkat. Jika pada momentum bulan suci Ramadan 2025 lalu per orang maksimal bisa menukarkan Rp3,8 juta.

“Tahun ini kuota penukaran lebih tinggi, setiap orang bisa tukar uang sampai Rp5,3 juta,” ujar dia.

Untuk penukaran uang baru, BI Kediri bekerjasama dengan sekitar 70 perbankan yang ada di wilayah kerjanya.

“Di setiap titik ada 100 kuota penukar. BI Kediri juga mengadakan kas keliling di tempat ibadah dan di masing-masing perbankan. Serta, ada kas terpadu di Kediri pada 7 dan 8 maret nanti,” ucap dia.

Deasi menjelaskan, proses penukaran uang baru sekarang ini melalui website pintar.bi.go.id.

“Kenapa pakai website? Karena kalau misal antre, kami tidak tahu apakah digunakan langsung oleh masyarakat atau tidak. Dengan website kami punya data base siapa saja yang menukar dan langsung melayani masyarakat,” ucap dia.

Untuk program Serambi pada Ramadan dan Lebaran 2026 ini, saat ini sudah berlangsung dua periode.

“Masyarakat banyak yang bertanya, buka lagi periode selanjutnya atau tidak? Nah, kami masih menganalisa dari periode kedua lalu. Apakah masyarakat sudah cukup dilayani semua? Apakah kami perlu buka periode selanjutnya?,” ucap dia.

Untuk pertanyaan periode selanjutnya itu, Deasi meminta, agar masyarakat menunggu.

“Tunggu, nanti info akan kami sebarluaskan, baik melalui BI pusat maupun BI kediri. Karena kalau yang telah melakukan penukaran hingga saat ini (periode kedua), sudah mencapai hampir 14 ribu orang,” ucap Deasi. (adk).

Rekomendasi Berita