KPPN Madiun Mencatat, Pagu TKD Lima Pemda Rp5,51 Triliun
- 24 Feb 2026 22:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun mencatat, besaran pagu Transfer ke Daerah (TKD) untuk lima Pemerintah Daerah (Pemda) pada 2026 ini sementara mencapai Rp5,51 triliun. Jumlah tersebut, untuk Pemda Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Kepala KPPN Madiun Joko Maryono menjelaskan, total pagu sementara Rp5,51 triliun tersebut berdasarkan OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) TKD. Untuk besaran pagu dan realisasi sampai 31 Januari 2026, setiap daerah berbeda-beda.
Dimana, Kota Madiun menempati posisi pertama untuk realisasi sebesar 16,82 persen. “Atau realisasi Rp89 miliar dari pagu Rp529,7 miliar,” ujar dia. Disusul, Kabupaten Madiun terealisasi 16,23 persen atau Rp188,7 miliar dari pagu Rp1,16 triliun.
Kemudian, Kabupaten Magetan terealisasi 16,1 persen atau 186,1 miliar dari pagu Rp1,15 triliun. “Lalu Kabupaten Ponorogo realisasi 15,92 persen atau 109,9 miliar dari pagu Rp1,31 triliun, serta Kabupaten Ngawi realisasi 15,85 persen atau 212,7 miliar dari pagu Rp1,33 triliun,” ucap dia.
Joko menjelaskan, di wilayah KPPN Madiun pagu mengalami penurunan. “Realisasi TKD per Januari 2026, secara total kurang lebih sudah diangka Rp88 miliar dari pagu Rp5,51 triliun, atau dikisaran 16,06 persen,” ucap dia.
Dari jumlah tersebut, Joko mengklasifikasikan, beberapa jenis TKD yang sudah terealisasi sampai 31 Januari 2026. Diantaranya, DAU (Dana Alokasi Umum) sampai akhir Januari 2026, untuk keseluruhan tersalurkan Rp675,6 miliar atau 6 persen dari total Rp4,05 triliun.
Lalu, DBH (Dana Bagi Hasil) realisasi sampai 31 Januari 2026 sebesar Rp19,69 miliar atau 5,02 persen dari total pagu Rp197 miliar. “DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik, realisasi sampai Januari 2026 masih 0 dari total pagu Rp67,3 miliar,” ujar dia.
Kemudian, DAK Non Fisik, Bantuan Operasional Kesehatan dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOK dan BOS) Rp168,11 miliar atau 40,4 persen dari total pagu Rp415 miliar. “DAK Non Fisik (selain BOK dan BOS) Rp23,2 miliar atau 3,4 persen dari total pagu Rp77,1 miliar,” ucapnya, mengakhiri.