Pengertian Financial Anxiety Menurut Psikolog

  • 19 Okt 2025 13:47 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Di tengah realitas ekonomi yang makin menantang, banyak anak muda kini mulai mengalami gejala financial anxiety yaitu sebuah kondisi cemas dan takut berlebihan terhadap situasi keuangan. Fenomena ini makin sering muncul di kalangan Gen Z yang hidup di era digital dengan tekanan sosial tinggi untuk sukses di usia muda.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa financial anxiety adalah bentuk kecemasan yang muncul akibat kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi pribadi. “Seseorang dikatakan mengalami financial anxiety ketika pikirannya terus dihantui soal uang, takut tidak bisa mencukupi kebutuhan, gagal finansial, atau merasa tertinggal dibanding orang lain,” ujarnya kepada RRI Madiun, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Andi, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan jumlah pendapatan. “Banyak yang punya penghasilan cukup tapi tetap merasa tidak aman secara finansial. Ini karena faktor psikologis rasa takut, perbandingan sosial, dan tekanan untuk selalu terlihat berhasil,” jelasnya.

Ia menambahkan, financial anxiety bisa berdampak serius pada kesejahteraan mental. “Kecemasan finansial dapat memicu stres kronis, gangguan tidur, hingga kehilangan motivasi kerja. Kalau dibiarkan, bisa berujung pada burnout atau bahkan depresi,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Andi menyarankan pentingnya edukasi finansial sejak dini. “Pahami kondisi keuanganmu, buat perencanaan realistis, dan jangan terlalu keras pada diri sendiri. Setiap orang punya ritme dan jalannya masing-masing,” tuturnya.

Andi menutup dengan pesan reflektif: “Financial anxiety tidak akan hilang hanya dengan uang lebih banyak, tapi dengan pikiran yang lebih tenang. Belajar menerima, merencanakan, dan menjalani hidup dengan seimbang adalah kunci menghadapi tantangan finansial di era modern.”

Rekomendasi Berita