OJK: UMKM dan Insentif Dukung Pertumbuhan Ekonomi

  • 04 Jun 2025 18:56 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Siaran Pers RDKB Mei 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah tekanan dinamika perdagangan dan ketegangan geopolitik global. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) yang digelar pada 28 Mei 2025.

Dalam keterangannya, OJK menyebut bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Inggris pada 8 Mei 2025 menjadi faktor positif bagi pasar global. Kesepakatan tersebut merupakan bentuk permanen pertama AS dengan mitra dagangnya sejak penundaan tarif resiprokal. Disusul oleh kesepakatan dagang sementara antara AS dan Tiongkok pada 12 Mei 2025 yang berlaku selama 90 hari, tensi perdagangan global pun mereda.

"Pelaku pasar merespons positif perkembangan ini, mendorong penguatan pasar keuangan global, menurunkan volatilitas, serta meningkatkan aliran modal ke pasar negara berkembang," tulis OJK dalam siaran resminya, Senin (2/6).

Meski ketegangan geopolitik meningkat di beberapa kawasan, OJK menilai dampaknya masih bersifat lokal dan belum berpengaruh signifikan terhadap pasar keuangan global secara keseluruhan.

Ekonomi Global Melemah, Kebijakan Moneter Makin Akomodatif

Data pertumbuhan global pada kuartal I-2025 menunjukkan perlambatan yang dibarengi dengan tren penurunan inflasi global. Hal ini mendorong bank sentral di berbagai negara menerapkan kebijakan moneter longgar, termasuk penurunan suku bunga, injeksi likuiditas, dan penyesuaian cadangan wajib minimum.

Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) AS menyampaikan sikap kehati-hatian dengan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“high for longer”), sambil menanti kejelasan atas dampak kebijakan tarif dan rencana Undang-Undang One Big Beautiful Bill yang dinilai berpotensi memperlebar defisit fiskal. Dampak negatif dari kondisi ini membuat Moody's menurunkan peringkat kredit AS, sehingga memicu pelemahan pasar obligasi dan nilai tukar dolar AS.

Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global

Di dalam negeri, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,87 persen. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama naik 4,89 persen (yoy). Inflasi domestik juga terjaga di angka 1,95 persen, masih dalam target Bank Indonesia.

Neraca perdagangan tetap surplus, defisit transaksi berjalan menyempit dari 0,87 persen menjadi hanya 0,05 persen dari PDB, dan cadangan devisa berada pada posisi yang stabil.

OJK Dukung Insentif Pemerintah dan Penguatan UMKM

Menanggapi rencana pemerintah untuk meluncurkan paket insentif ekonomi pada Juni 2025, OJK menyatakan dukungan penuh. Paket kebijakan tersebut dinilai akan memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"OJK terus mendorong intermediasi yang optimal, pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan sektor yang prospektif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," lanjut pernyataan OJK.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan yang lebih inklusif, yang memungkinkan potensi ekonomi nasional di berbagai sektor termanfaatkan secara maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....