Amman Mineral Raih Laba US$504 Juta di Semester I 2026

  • 21 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih sebesar US$504 juta pada semester I 2026. Perolehan tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan mencatat rugi bersih US$146 juta.

Berdasarkan hasil kinerja keuangan dan operasional yang diumumkan perseroan, laba bersih AMMN pada enam bulan pertama 2026 mencapai US$503,686 juta. Angka tersebut setara dengan margin laba bersih sebesar 25%. Pada semester I 2025, AMMN masih membukukan rugi bersih US$146,425 juta.

Perbaikan kinerja tersebut berjalan seiring dengan lonjakan penjualan bersih. AMMN mencatat penjualan bersih US$2,052 miliar pada semester I 2026, naik jauh dari US$182,595 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan tersebut berasal dari katoda tembaga, emas murni, serta konsentrat tembaga.

Dari total penjualan bersih tersebut, katoda tembaga menyumbang US$663 juta, emas murni US$311 juta, dan penjualan konsentrat mencapai US$1,078 miliar. Perseroan menyebut peningkatan produksi dan volume penjualan, harga komoditas yang mendukung, serta kontribusi ekspor konsentrat menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan penjualan.

Dari sisi operasional, produksi konsentrat tembaga AMMN mencapai 347.307 metrik ton kering pada semester I 2026, meningkat 81% dibandingkan 191.657 metrik ton kering pada semester I 2025. Produksi tembaga dalam konsentrat juga naik 136% menjadi 211 juta pon. Sementara produksi emas dalam konsentrat melonjak 481% menjadi 346.354 ons.

Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan EBITDA. AMMN mencatat EBITDA US$1,128 miliar dengan margin 55%, dibandingkan US$86 juta dengan margin 47% pada semester I 2025. Perusahaan menyebut peningkatan tersebut terutama didorong pertumbuhan penjualan bersih seiring peningkatan kapasitas produksi dan kontribusi penjualan konsentrat.

Di sisi lain, arus kas operasi AMMN juga berbalik positif. Pada semester I 2026, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai US$762,616 juta, sedangkan pada semester I 2025 perusahaan mencatat arus kas operasi negatif US$643,592 juta.

Kinerja keuangan yang membaik juga diikuti penurunan utang. Per 30 Juni 2026, total utang AMMN tercatat US$5,845 miliar, turun 9% dibandingkan posisi 31 Desember 2025. Utang bersih berada di US$5,026 miliar atau turun 13%. Rasio utang bersih terhadap EBITDA juga membaik dari 5,4 kali pada akhir 2025 menjadi 2,4 kali pada Juni 2026.

AMMN juga mencatat penurunan belanja modal sebesar 82% menjadi US$130 juta dari US$719 juta pada semester I 2025. Perseroan menyebut penurunan tersebut mencerminkan hampir selesainya proyek-proyek ekspansi utama.

Untuk 2026, AMMN menaikkan panduan produksi emas dalam konsentrat menjadi 775 ribu ons, naik 34% dari panduan sebelumnya sebesar 579 ribu ons. Sementara panduan produksi tembaga dalam konsentrat tetap 485 juta pon. Perseroan juga menetapkan panduan produksi baru untuk katoda tembaga sebesar 130 ribu ton dan emas murni sebesar 350 ribu ons. (NK)

Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....