Mimpi Besar Tak Selalu Dimulai Modal Besar

  • 28 Jul 2026 11:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Memulai usaha sering kali dianggap membutuhkan modal besar. Namun anggapan tersebut dipatahkan oleh perjalanan Khoirunnida Husni Fajaria, owner My Sweet Loaf, yang berhasil membangun bisnis bakery dari nol hanya bermodal peralatan hadiah pernikahan dan bahan-bahan yang tersedia di dapur rumah.

Sebagai perantau asal Yogyakarta yang menetap di Madiun, Dida mengaku sempat merasa kesulitan memasarkan produknya karena tidak memiliki banyak relasi. Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah.

Ia memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan membuka sistem pre-order. Hasilnya di luar dugaan. Sebagian besar pelanggan yang datang justru merupakan orang-orang yang belum pernah dikenalnya.

"Dari awal buka pre-order sampai sekarang, sekitar 80 persen pembeli itu orang yang tidak saya kenal. Justru dari media sosial saya mendapat banyak pelanggan," ucap Dida belum lama ini.

Meski permintaan terus bertambah, Dida tidak memaksakan diri menerima semua pesanan. Ia memilih bernegosiasi jika jumlah pesanan melebihi kapasitas produksi agar kualitas produk tetap terjaga.

Salah satu pengalaman yang paling diingat adalah ketika mendapat pesanan hampers dalam jumlah besar. Alih-alih memaksakan diri menyelesaikan seluruh pesanan sekaligus, ia memilih berdiskusi dengan pelanggan agar proses produksi dilakukan bertahap.

"Kalau memang belum sanggup, saya lebih memilih negosiasi. Yang penting produk tetap fresh dan pelanggan tetap puas," benernya.

Bagi Dida, kesuksesan bukan sekadar memiliki omzet besar atau membuka banyak cabang. Ia justru menilai keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan kemampuan memberikan manfaat kepada orang lain sebagai ukuran keberhasilan yang sesungguhnya.

Ke depan, Dida berharap dapat memperluas usahanya dengan membuka toko offline, mengikuti berbagai bazar maupun car free day, hingga menghadirkan produknya di berbagai acara. Dida membagikan pesan sederhana namun penuh makna kepada generasi muda yang masih ragu memulai usaha.

"Kalau tidak sekarang, mau kapan? Tugas kita hanya membuka pintu. Soal rezeki datang atau tidak, itu urusan Tuhan. Yang penting jangan pernah menutup kesempatan," jelasnya.

Perjalanan My Sweet Loaf menjadi bukti bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dengan modal besar. Dengan keberanian mengambil langkah pertama, menjaga kualitas, dan terus belajar, usaha rumahan pun mampu tumbuh menjadi bisnis yang memberi manfaat sekaligus menginspirasi lahirnya wirausaha muda baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....