Dongkrak Profit, Big Data Jadi Kunci Efisiensi Operasional dan Prediksi Tren Pasar
- 30 Jun 2026 22:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pengelolaan bisnis di era ekonomi digital tidak lagi bisa hanya mengandalkan intuisi atau tebakan semata.
Di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat, data telah bertransformasi menjadi instrumen utama yang membantu para pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat dan berbasis fakta.
Melalui program Ekonomi DIgital di PRO 1 RRI Madiun, Dosen Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, Mujilan, S.E., M.Sc., memaparkan bahwa big data memiliki peran yang sangat spesifik.
“Big data perannya sangat besar dan spesifik dalam mewujudkan efisiensi operasional dan pengurangan biaya logistik perusahaan,” ucapnya
Lebih lanjut, Mujilan menjelaskan jika salah satu contoh riilnya adalah kemampuan teknologi. Terlebih dalam membantu pelaku usaha mengoptimalkan seluruh rantai pasokan (supply chain.
Melalui integrasi data digital, pelaku usaha kini dapat dengan mudah mendeteksi rute pengiriman barang yang paling cepat dengan biaya termurah melalui berbagai pilihan kanal logistik.
Kemudahan visualisasi tarif pengiriman ini memangkas proses negosiasi konvensional yang biasanya memakan waktu dan berbiaya tinggi.
"Biaya pengiriman bisa langsung kelihatan dan dibandingkan. Selain itu, big data sangat krusial untuk manajemen stok barang, sebab stok yang berhenti di gudang berarti pembengkakan biaya pemeliharaan dan ruang," urai Mujilan.
Lebih jauh, analisis data juga memungkinkan pelaku usaha untuk memprediksi kapan stok barang harus ditambah atau dikurangi. Hal ini berdasarkan pola permintaan musiman.
Melalui pembacaan pergerakan tren naik (uptrend) maupun tren turun (downtrend), pelaku usaha dapat menghindari risiko kekurangan pasokan sekaligus mencegah penumpukan modal mati pada barang yang tidak laku.
Selain efisiensi operasional, kekuatan informasi hasil olahan data ini terbukti mampu melahirkan model bisnis baru yang adaptif. Layanan modern seperti rekomendasi produk yang personal hingga sistem penilaian risiko kredit yang akurat bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan tambahan modal, semuanya bergerak menggunakan basis data digital ini.
Namun, Mujilan juga mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap melibatkan analisis sumber daya manusia dan tidak pasrah total pada hasil sistem. Analisis teknologi harus disikapi secara bijak dengan kemampuan menghitung pengeluaran riil (seperti biaya administrasi, potongan, pajak, hingga kuota internet) agar omzet besar yang terlihat di aplikasi sebanding dengan keuntungan bersih yang diterima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....