Melirik Trik Dunia Marketing Otomotif: Strategi Jitu dari Praktisi Mobil Second

  • 06 Apr 2026 15:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Industri otomotif, khususnya pasar mobil bekas, terus menunjukkan geliat yang menarik di tengah dinamika ekonomi. Di balik persaingan yang ketat, terdapat strategi marketing yang tak hanya kreatif, tetapi juga mengandalkan kepercayaan dan jaringan yang kuat.

Hal ini diungkapkan oleh Edo Adiyaksa, seorang marketing mobil second yang telah lama berkecimpung di bidang tersebut. Menurut Edo, memulai bisnis penjualan mobil bekas bukan sekadar soal modal, tetapi juga soal keberanian membaca peluang.

“Langkah awal yang paling penting adalah memahami pasar. Kita harus tahu mobil seperti apa yang sedang dicari, kisaran harga, serta kondisi kendaraan yang layak jual,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan bahwa calon pelaku usaha juga perlu membangun relasi sejak awal, baik dengan supplier kendaraan maupun calon pembeli.

“Jangan langsung berpikir besar. Mulai dari lingkaran kecil dulu, dari teman atau kenalan. Dari situ jaringan akan berkembang,” jelasnya.

Dalam menjalankan bisnis ini, Edo mengakui bahwa menghadapi komplain pelanggan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, cara menanganinya menjadi kunci keberlangsungan usaha.

"Kalau ada komplain, jangan defensif. Dengarkan dulu, pahami masalahnya, lalu beri solusi yang jelas. Transparansi itu penting agar pelanggan merasa dihargai,” katanya.

Lebih lanjut, Edo menekankan bahwa menjaga kepercayaan pelanggan adalah aset utama dalam bisnis mobil second. Ia menyarankan untuk selalu jujur terkait kondisi kendaraan, riwayat pemakaian, hingga kelengkapan dokumen.

“Sekali kita tidak jujur, reputasi bisa rusak. Tapi kalau kita konsisten menjaga kepercayaan, pelanggan akan kembali bahkan merekomendasikan ke orang lain,” tambahnya.

Selain itu, jaringan atau link juga memegang peranan besar dalam memperluas pasar. Edo mengungkapkan bahwa semakin luas koneksi yang dimiliki, semakin besar peluang penjualan.

“Relasi dengan sesama dealer, showroom, bahkan komunitas otomotif sangat membantu. Informasi mobil bisa cepat tersebar dan peluang closing jadi lebih tinggi,” ungkap Edo.

Di era digital seperti sekarang, Edo juga menyoroti pentingnya media sosial sebagai sarana pemasaran. Platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dinilai sangat efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas.

"Foto dan video yang menarik bisa meningkatkan minat pembeli. Jangan lupa juga untuk aktif berinteraksi dengan followers agar engagement tetap terjaga,” terangnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa konsistensi dan adaptasi adalah kunci sukses di dunia marketing otomotif. Dengan strategi yang tepat mulai dari membangun kepercayaan, memperluas jaringan, hingga memanfaatkan media sosial bisnis mobil second tetap menjadi peluang menjanjikan di tengah persaingan yang semakin dinamis.

"Pasar selalu berubah. Kita harus terus belajar dan mengikuti tren, terutama dalam hal digital marketing,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....