Laba Adaro Andalan Menyusut di 2025

  • 13 Mar 2026 14:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kinerja keuangan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada 2025 menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, meski perusahaan tetap mencatat profit yang solid di tengah penurunan pendapatan dan tekanan pada margin operasional.

Laporan keuangan konsolidasian perusahaan memperlihatkan bahwa dinamika pasar komoditas dan perubahan komponen pendapatan turut memengaruhi hasil akhir tahun buku tersebut.

Sepanjang 2025, perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar sekitar US$4,91 miliar, turun dari US$5,32 miliar pada 2024.

Penurunan sekitar 7,7% ini mencerminkan berkurangnya kontribusi penjualan dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga mengalami penurunan menjadi US$3,65 miliar dari US$3,85 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan biaya tersebut membantu menahan tekanan terhadap profitabilitas, meski tidak sepenuhnya mampu menutupi dampak dari melemahnya pendapatan.

Akibat kombinasi tersebut, laba bruto perusahaan turun menjadi sekitar US$1,26 miliar, dari US$1,47 miliar pada 2024.

Penurunan ini mencerminkan margin yang lebih tipis dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun perusahaan masih mampu mempertahankan tingkat profitabilitas yang relatif kuat untuk ukuran industri.

Tekanan terhadap laba semakin terlihat pada tingkat operasional. Laba usaha perusahaan tercatat US$1,04 miliar, lebih rendah dibandingkan US$1,48 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut sebagian dipengaruhi oleh berkurangnya kontribusi pendapatan lain-lain yang pada 2024 mencapai lebih dari US$330 juta, sementara pada 2025 hanya sekitar US$28 juta.

Pendapatan non-operasional yang jauh lebih kecil menjadi salah satu faktor utama yang membuat kinerja laba tahun ini terlihat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Setelah memperhitungkan biaya keuangan, penghasilan keuangan, serta kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama, perusahaan mencatat laba sebelum pajak sebesar US$1,06 miliar, turun dari US$1,54 miliar pada 2024.

Sementara itu, beban pajak penghasilan tercatat sekitar US$206 juta, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$213 juta.

Pada akhirnya, laba bersih tahun berjalan tercatat US$849 juta, turun signifikan dari US$1,33 miliar pada 2024. Bagi pemilik entitas induk, laba yang dapat diatribusikan mencapai US$760 juta, dibandingkan US$1,21 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba tersebut juga tercermin pada laba per saham, yang turun menjadi US$0,0976 dari US$0,1713 pada 2024.

Meski laba melemah, struktur keuangan perusahaan menunjukkan beberapa perbaikan penting. Total liabilitas turun menjadi sekitar US$2,06 miliar dari US$2,63 miliar pada tahun sebelumnya, menunjukkan upaya perusahaan mengurangi beban utang.

Di saat yang sama, total ekuitas meningkat menjadi US$3,65 miliar, naik dari US$3,36 miliar pada 2024.

Arus kas operasi juga tetap kuat dengan pencapaian sekitar US$859 juta, yang menunjukkan bahwa aktivitas inti perusahaan masih menghasilkan kas yang signifikan meski profitabilitas menurun.

Secara keseluruhan, kinerja 2025 menggambarkan fase normalisasi bagi perusahaan setelah tahun sebelumnya yang didukung oleh kontribusi pendapatan non-operasional yang besar.

Meski menghadapi tekanan pada pendapatan dan laba, perusahaan masih mempertahankan profit yang besar, arus kas operasional yang kuat, serta struktur permodalan yang semakin sehat.

Kondisi tersebut memberi fondasi bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus menghadapi volatilitas industri di tahun-tahun berikutnya.

Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.

Rekomendasi Berita