Elnusa Catat Pendapatan Rp14,5 Triliun pada 2025
- 06 Mar 2026 20:16 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kinerja keuangan PT Elnusa Tbk menunjukkan penguatan sepanjang tahun buku 2025, mencerminkan hasil dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan jasa energi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan dengan kode saham ELSA tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun, meningkat sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah dinamika industri energi yang masih dipengaruhi fluktuasi harga komoditas dan perubahan permintaan global. Pertumbuhan pendapatan tersebut juga diikuti oleh kinerja profitabilitas yang solid. Sepanjang 2025, Elnusa mencatat EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp718 miliar. Angka tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kualitas pertumbuhan sekaligus mempertahankan efisiensi operasional di berbagai lini bisnisnya.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang berfokus pada peningkatan kapabilitas layanan dan efisiensi operasional. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memperkuat fondasi bisnis melalui optimalisasi portofolio layanan, pengembangan teknologi, serta disiplin dalam pengelolaan operasional. Menurut Litta, langkah-langkah tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja perusahaan tetap sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan perusahaan. Transformasi yang dijalankan tidak hanya bertujuan memperbesar skala bisnis, tetapi juga meningkatkan nilai tambah layanan kepada pelanggan di sektor energi.
Struktur pendapatan Elnusa didukung oleh tiga segmen utama bisnis yang saling terintegrasi. Segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan. Sementara itu, jasa hulu migas terintegrasi menyumbang sekitar 28%, dan sisanya sekitar 12% berasal dari jasa penunjang migas. Komposisi tersebut menunjukkan model bisnis perusahaan yang mencakup layanan energi dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini dinilai membantu perusahaan mempertahankan ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi industri, sekaligus membuka peluang pertumbuhan melalui integrasi layanan energi yang lebih luas.
Dari sisi posisi keuangan, perusahaan mencatat total aset sebesar Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun pada akhir 2025. Arus kas operasi mencapai Rp1,7 triliun, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari aktivitas operasional inti. Elnusa juga mampu mempertahankan net profit margin di kisaran 5%, yang menunjukkan stabilitas profitabilitas meski industri energi menghadapi berbagai tekanan biaya dan volatilitas pasar. Penguatan fundamental tersebut turut tercermin pada pergerakan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Hingga awal Maret 2026, saham ELSA mencatat kenaikan signifikan secara tahunan dan mencapai level harga tertinggi sejak perusahaan pertama kali melantai di bursa pada 2008. Pergerakan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap prospek bisnis perusahaan.
Selain itu, persepsi positif pasar juga didukung oleh peningkatan peringkat kredit perusahaan dari PEFINDO menjadi idAA+ pada 2025. Peningkatan peringkat tersebut mencerminkan penilaian terhadap profil keuangan perusahaan yang dinilai semakin kuat serta prospek bisnis yang stabil dalam jangka menengah. Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, Elnusa merupakan anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi yang berada dalam subholding upstream Pertamina. Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan transformasi melalui penguatan inovasi teknologi, peningkatan kapabilitas layanan, serta optimalisasi sinergi dalam kelompok usaha Pertamina.
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli