Kini Layanan Laundry Tidak Hanya Terbatas Pakaian
- 02 Feb 2026 08:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Perkembangan jasa laundry di daerah perkotaan menunjukkan pergeseran kebutuhan masyarakat. Jika sebelumnya layanan laundry identik dengan pencucian pakaian harian, kini semakin banyak usaha yang menangani pembersihan perabot rumah tangga berukuran besar dan berbahan khusus.
Pemilik salah satu usaha laundry di Madiun, Mohammad Taufikur Rokhman, menyebut masih banyak masyarakat yang memandang layanan laundry secara terbatas. “Padahal banyak barang di rumah yang justru lebih sulit dibersihkan dan membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.
Menurut Taufikur, perabot seperti karpet, sofa, spring bed, gorden, hingga kursi pijat sering kali dibersihkan secara mandiri tanpa metode yang tepat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru, baik dari sisi kebersihan maupun ketahanan bahan.
“Kalau cuci sendiri sering kali tidak tuntas, baunya masih ada atau malah merusak bahan karena salah metode,” kata Taufikur.
Ia menambahkan, kesalahan penanganan justru dapat memperpendek usia pakai perabot rumah tangga. Dalam proses pembersihan, metode yang digunakan tidak bisa disamaratakan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan jenis material dan tingkat kotoran. Beberapa bahan, kata Taufikur, tidak dianjurkan menggunakan metode basah penuh karena berisiko merusak struktur atau permukaan. Pendekatan ini terutama diterapkan pada spring bed, sofa dengan bahan tertentu, serta karpet premium.
“Kami selalu cek dulu bahannya, jadi tidak asal dicuci, karena tujuan utama kami bukan hanya bersih, tapi aman dan awet,” jelasnya.
Selain variasi metode pencucian, layanan laundry juga menyesuaikan kebutuhan waktu pelanggan. Tersedia pilihan layanan reguler hingga layanan cepat dengan estimasi pengerjaan 2–6 jam, termasuk fasilitas antar-jemput dan pembersihan di lokasi. Layanan tersebut, menurutnya, banyak digunakan oleh pelanggan dengan aktivitas padat.
“Kami ingin pelanggan benar-benar terbantu, tidak perlu repot, tinggal pesan lalu barang kami ambil dan antar kembali,” ujar Taufikur.
Dari sisi biaya, tarif layanan disesuaikan dengan jenis barang dan tingkat kesulitan pengerjaan. Untuk pencucian pakaian kiloan, harga berada di kisaran Rp4.500–Rp5.500 per kilogram, sementara pencucian perabot ditentukan berdasarkan ukuran dan metode yang digunakan.
“Harga kami buat seimbang antara kualitas dan kemampuan pelanggan, yang penting hasilnya sesuai ekspektasi,” katanya.
Transparansi harga, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Ke depan, Taufikur menilai perlu adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait perawatan perabot rumah tangga.
“Laundry itu bukan cuma soal bersih, tapi soal kenyamanan, kesehatan, dan kepuasan pelanggan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....