Berawal dari Keisengan, Fuad Miliki Lima Greenhouse
- 01 Feb 2026 13:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi – Agrowisata petik melon Nuswantara Agro tidak lahir dari perencanaan bisnis besar sejak awal, melainkan dari keisengan yang berkembang menjadi peluang serius. Pemiliknya, Ahmad Aziz Fuadi, mengaku mulanya hanya ingin mencoba hal baru dengan belajar menanam tanaman hidroponik di waktu luang. Ia mengaku sejak lama memang menyukai dunia tanam-menanam dan merasa sayang jika lahan yang dimiliki dibiarkan kosong tanpa dimanfaatkan.
“Kalau mahasiswa isengnya nongkrong, kalau dosen isengnya belajar menanam,” ujar Fuad saat siaran obrolan SPADA PRO 2 RRI Madiun.
Dari keisengan tersebut, Fuad mulai melirik dunia hidroponik, khususnya melon, yang menurutnya memiliki prospek cerah. Ia melihat peluang bukan di pasar massal, melainkan segmen premium dengan menitikberatkan pada kualitas produk. Menurut Fuad, strategi tersebut lebih realistis dibanding harus mengejar kuantitas besar dengan margin kecil.
“Kami memang tidak masuk ke pasar kelas bawah, tapi langsung menyasar pasar menengah ke atas yang menghargai kualitas,” tegasnya.
Keputusan itu membuat Nuswantara Agro sejak awal hanya menanam varietas melon premium impor seperti Sweet Net, Sweet Honey, Sweet Lavender, Dimension, dan Sunny. Varietas tersebut dikenal memiliki tekstur crunchy, tampilan menarik, serta rasa manis yang konsisten. Ia menambahkan bahwa sejak pertama kali menanam, varietas yang dipilih tidak pernah berubah karena sudah sesuai dengan karakter pasar yang disasar.
“Kalau kualitasnya bagus, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, marginnya tetap besar dan pasti ada pasarnya,” kata Fuad.
Berbeda dari kebanyakan petani melon yang fokus produksi, Fuad justru sejak awal menargetkan konsep wisata petik melon. Nuswantara Agri mulai dibangun pada Ramadan 2023 dengan greenhouse pertama yang kala itu bahkan belum sepenuhnya selesai. Setelah Lebaran 2023, melon pertama mulai ditanam dan menjadi titik awal perjalanan Nuswantara Agro.
“Dari awal saya memang niatnya bukan produksi massal, tapi langsung ke petik wisata,” ungkapnya.
Seiring berkembangnya minat pengunjung, Nuswantara Agro kini telah memiliki lima greenhouse yang tersebar di beberapa lokasi melalui sistem kolaborasi. Lokasi pertama berada di Kedunggalar, disusul pengembangan di Babadan dan Teguhan yang dipilih karena aksesnya lebih mudah bagi pengunjung. Dari lima lokasi tersebut, Kedunggalar dan Teguhan difokuskan sebagai lokasi utama wisata petik melon.
“Kami sempat bikin di lokasi yang agak masuk, tapi banyak pengunjung nyasar, akhirnya kami pilih lokasi pinggir jalan agar lebih mudah diakses,” jelas Fuad.
Selain lahan milik pribadi dan kolaborasi, Nuswantara Agro juga dipercaya mengelola greenhouse milik Dinas Pertanian di Agro Teknopark Ngrambe. Pengelolaan dilakukan secara penuh oleh tim Nuswantara Agro dengan sistem bagi hasil. Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kemampuan manajemen dan teknis yang dimiliki tim Nuswantara Agro.
“Dari dinas itu diserahkan ke kami, mau dikelola sebagai petik wisata atau dijual ke tengkulak itu terserah kami,” katanya.
Dalam operasionalnya, Fuadi bersama tim kecil berjumlah empat orang harus mengelola lima lokasi sekaligus. Sistem kerja dilakukan secara bergiliran dengan pemantauan harian karena melon hidroponik tergolong tanaman yang sangat sensitif. Ia menjelaskan bahwa sistem hidroponik NFT membuat penyakit mudah menyebar sehingga penanganan harus cepat dan tepat.
“Melon itu manja, hampir tidak ada hari tanpa ke greenhouse,” ujarnya.
Konsep wisata petik melon Nuswantara Agro juga dibuat ramah pengunjung tanpa tiket masuk. Pengunjung diperbolehkan mencicipi tester, memilih melon sendiri, memetik langsung, lalu membayar sesuai berat buah yang diambil. Fasilitas yang disediakan meliputi gazebo, area parkir luas, hingga layanan kupas buah di tempat.
Hingga kini, pengunjung Nuswantara Agro didominasi wisatawan lokal dari Ngawi, Magetan, Madiun, hingga Sragen, bahkan mulai merambah Surabaya dan luar daerah. Fuad berharap ke depan agrowisata ini terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami sederhana, Nuswantara Agro bisa jadi tempat wisata, edukasi, dan juga membuka peluang kolaborasi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....