Taufik, Dari Guru Honorer Jadi Pengusaha TOP Laundry
- 01 Feb 2026 13:15 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Perjalanan Mohammad Taufikur Rokhman membangun TOP Laundry and Cleaning berawal dari kegelisahan seorang guru honorer dengan penghasilan terbatas. Setelah lulus dari Universitas Negeri Malang, ia sempat mengabdikan diri di dunia pendidikan sambil mencari peluang usaha yang lebih menjanjikan secara ekonomi.
Selain mengajar, Taufikur juga pernah bekerja sebagai editor buku olahraga untuk menambah pemasukan. Namun pendapatan yang tidak menentu membuatnya mulai berpikir untuk membangun usaha mandiri yang bisa dikelola dalam jangka panjang. Dari situlah ia mulai melirik bisnis laundry yang menurutnya memiliki permintaan stabil setiap hari.
“Waktu itu saya sadar, kalau hanya mengandalkan honorer, akan sulit berkembang, sementara kebutuhan hidup terus berjalan,” ujarnya saat siaran obrolan Muda Kreatif PRO 2 RRI Madiun.
Pada tahun 2019, Taufikur memutuskan membuka usaha laundry kiloan dengan modal tabungan pribadi tanpa meminjam ke bank. Usaha tersebut dijalankan dari skala kecil dengan peralatan sederhana dan keterlibatan langsung dalam seluruh proses operasional. Menurutnya, pengalaman turun langsung menjadi bekal penting dalam memahami karakter usaha laundry.
“Awal buka saya mengerjakan semuanya sendiri, dari mencuci, menyetrika, sampai melayani pelanggan, sambil belajar dari kesalahan,” katanya.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus, terutama saat pandemi COVID-19 melanda. Selama beberapa bulan, omzet TOP Laundry and Cleaning menurun drastis hingga hanya cukup untuk menutup biaya operasional.
“Di masa itu, saya tidak mengambil keuntungan sama sekali, yang penting karyawan tetap bekerja dan usaha tidak tutup,” tutur Taufikur.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap usaha yang telah dibangunnya. Seiring kondisi membaik, TOP Laundry and Cleaning mulai kembali bangkit dan berkembang. Taufikur kemudian membuka cabang tambahan serta mengembangkan layanan laundry satuan untuk perabot rumah tangga seperti karpet, sofa, dan spring bed.
“Laundry itu tidak hanya soal baju, tapi juga bagaimana merawat barang-barang besar yang tidak bisa dicuci sembarangan,” jelasnya.
Pengembangan layanan ini dilakukan setelah melalui proses belajar dan evaluasi yang panjang. Kini, TOP Laundry and Cleaning telah memiliki dua cabang dengan segmentasi layanan yang berbeda antara laundry kiloan dan laundry satuan. Usaha ini juga telah mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan pelayanan rutin bagi masyarakat Madiun dan sekitarnya. Bagi Taufikur, perjalanannya dari guru honorer ke pengusaha laundry merupakan proses belajar yang penuh tantangan.
“Saya percaya, selama mau belajar dan konsisten, siapa pun bisa membangun usaha dari kondisi apa pun,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....